![]() |
| Bobby Nasution Cetak Sejarah Pertama di Indonesia, Status Dispora Jadi BLUD |
MEDAN – buser-investigasi.com
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut akan diubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun ini. Melalui skema tersebut, Dispora akan mengelola aset milik pemerintah senilai Rp3,2 triliun dan ditargetkan mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.
Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution saat Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Provinsi kepada kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kantor Gubernur Sumut, Senin (31/8/2026).
Menurut Bobby, perubahan status Dispora menjadi BLUD merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut mencari sumber pembiayaan kreatif di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.
“Jadi satu dinas kami BLUD-kan. Nantinya sumbangan APBD tidak ada lagi ke dinas tersebut. Kita targetkan pada 2028 kontribusi APBD ke dinas itu nol,” kata Bobby.
Ia menjelaskan, peluncuran Dispora sebagai BLUD ditargetkan dilakukan pada November 2026. Dengan status baru tersebut, Dispora diharapkan mampu membiayai operasionalnya sendiri melalui pengelolaan aset yang diberikan pemerintah daerah.
“Dispora harus mencari uangnya sendiri untuk menghidupi dinasnya. Ke depan mungkin ada beberapa dinas lain yang bisa seperti ini, sehingga mampu membiayai kegiatannya sendiri,” ujarnya.
Bobby mengatakan aset yang akan dikelola Dispora bernilai sekitar Rp3,2 triliun. Selain menghasilkan pendapatan, aset tersebut juga harus mampu meningkatkan nilai ekonominya dari tahun ke tahun.
“Dispora akan mengelola aset Rp3,2 triliun. Dari aset itu mereka harus mencari pendapatan sendiri dan asetnya juga harus bertambah nilainya,” katanya.
Menurut Bobby, Pemprov Sumut menargetkan tingkat pengembalian aset atau Return on Assets (ROA) minimal 5 persen dari nilai aset yang dikelola.
Ia menilai target tersebut masih realistis dibanding target perusahaan-perusahaan besar milik negara yang umumnya dituntut memiliki ROA di atas 10 persen.
“Kalau BUMN ditargetkan di atas 10 persen, kita tidak perlu setinggi itu. Lima persen saja sudah baik, yang penting asetnya berkembang dan memberikan manfaat ekonomi,” ujar Bobby.
Melalui pengelolaan aset secara profesional, Bobby berharap nilai ekonomi aset yang saat ini mencapai Rp3,2 triliun dapat meningkat signifikan dalam satu dekade mendatang.
“Kalau bisa capaiannya menjadi Rp5 triliun sampai Rp10 triliun dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Ini yang harus bisa kita lakukan,” katanya. (*)
