![]() |
| Imbas Serangan AS, Iran Ancam Serang Perusahaan Elon Musk |
MEDAN | buser-investigasi.com
Iran mengancam akan menjadikan seluruh fasilitas perusahaan milik Elon Musk di kawasan Timur Tengah sebagai sasaran serangan militer, termasuk layanan internet satelit Starlink yang dioperasikan oleh SpaceX. Media Iran, Fars, menyebut ancaman itu sebagai bentuk respons terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat.
Melansir detikInet, dalam unggahan di Telegram, Fars menyebut Iran membidik seluruh kepentingan yang berkaitan dengan bisnis Elon Musk di Asia Barat, termasuk stasiun bumi (ground station) regional Starlink.
Starlink disebut memiliki peran penting dalam operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Jaringan internet satelit tersebut digunakan untuk mendukung berbagai sistem persenjataan canggih, mulai dari drone tempur hingga pesawat pengintai tanpa awak.
Menurut laporan Fars yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Iran menilai Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang dengan dukungan sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Musk.
"Republik Islam Iran berhak menyerang semua fasilitas yang terkait dengan kepemilikan Musk di wilayah tersebut dan di wilayah pendudukan," kata sumber Fars, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (12/6).
Sebelumnya, Garda Revolusi Islam Iran juga pernah melontarkan ancaman terhadap fasilitas milik sejumlah perusahaan Amerika Serikat lainnya di Timur Tengah, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft dan Google.
Munculnya ancaman terhadap entitas bisnis regional milik Musk terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Kedua negara diketahui saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir, sehingga memperumit peluang tercapainya kesepakatan damai.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Angkatan Darat AS yang sedang melakukan patroli di atas Selat Hormuz pada Senin lalu. Sebagai respons, AS melancarkan serangan balasan pada Selasa, yang kemudian dibalas kembali oleh Iran. Washington selanjutnya kembali menembakkan sejumlah rudal pada Rabu. "Kami menjatuhkan bom senilai USD 250 juta kepada mereka (Iran) tadi malam," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis pagi.(dts)
