![]() |
Rico Waas Ingin Pekan KHAS MUI Lebih Bermakna dan Tonjolkan Kuliner Unik |
Medan | buser-investigasi.com
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima audiensi jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan di rumah Dinas Wali Kota, Selasa (26/5/26) Medan. Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan program tahunan Pekan KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) yang digelar MUI Kota Medan bertepatan dengan momentum menyambut 1 Muharram.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran MUI Kota Medan yang dipimpin Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum bersama Sekretaris Umum, Ketua Panitia Pekan KHAS, dan Bendahara Umum melaporkan kesiapan pelaksanaan agenda tahunan yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2021.
Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum menjelaskan, Pekan KHAS akan berlangsung pada 12 Juni hingga 16 Juni 2026 mendatang dengan menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa Islami sekaligus edukatif bagi masyarakat. Ketua MUI berharap Wali Kota Medan Rico Waas dapat membuka secara langsung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, animo masyarakat sangat luar biasa. Saat ini sudah ada sekitar 130 pendaftar tenant, sementara kuota yang tersedia sebanyak 85 tenant. Seluruh tenant yang ikut sudah bersertifikat halal dan tidak dipungut biaya,” ujarnya.
Selain bazar kuliner halal, Dijelaskan Hasan Matsum, Pekan KHAS juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti lomba Pildacil, lomba nasyid, lomba masak nasi kebuli serta kegiatan talk show bertemakan Medan jadi wisata halal dan sertifikasi halal, serta kegiatan Haflah Al-Qur'an hingga Fun walk dengan hadiah menarik.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik pelaksanaan Pekan KHAS. Namun, Rico Waas menegaskan kegiatan tersebut harus terus dievaluasi agar setiap tahun mampu menghadirkan sesuatu yang lebih baik dan lebih berkesan bagi masyarakat.
“Terima kasih terkait agenda ini. Program harus ada evaluasi dari kegiatan sebelumnya. Tahun lalu sudah bagus, tetapi tahun ini harus lebih spektakuler,” kata Rico Waas didampingi Kadis Koperasi UKM Perindag Hendra Ridho, Kabag Kesra, Agus Maryono dan Kadispora T Chairuniza serta Kadis Ketahanan Pangan Pertanian Perikan, Ahmad Untung Lubis.
Rico Waas menilai Pekan KHAS jangan sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan harus memiliki makna dan nilai yang kuat, terutama dalam memperkenalkan identitas kuliner halal Kota Medan kepada masyarakat luas.
Menurut Rico Waas, kuliner yang ditampilkan harus benar-benar menonjol, unik, sehat, halal, dan memiliki nilai budaya yang kuat. Bahkan, konsep kegiatan juga perlu dikemas lebih menarik dengan venue yang representatif dan dikenal masyarakat.
“Kita harus pikirkan kuliner apa yang benar-benar menonjol. Apakah sate Padang, nasi kebuli, kambing bakar, atau lainnya. Saya mengedepankan makanan yang benar-benar sehat dan halal yang ditampilkan, termasuk minumannya,” jelas Rico Waas
Rico Waas juga mencontohkan berbagai sajian khas yang dapat diangkat sebagai identitas kuliner halal Kota Medan, termasuk ragam minuman tradisional maupun kopi khas yang memiliki daya tarik tersendiri.
Lebih lanjut, Rico Waas berharap Pekan KHAS dapat menjadi wadah memperkenalkan keberagaman makanan khas dari berbagai daerah yang hidup dan berkembang di Kota Medan.
“Jangan sampai acara ini hanya terkesan rutinitas saja. Pekan KHAS harus lebih bermakna. Kata KHAS ini bisa digunakan untuk memperkenalkan makanan khas dari berbagai daerah yang ada di Kota Medan,” ungkapnya.
Dengan keberagaman kuliner yang dimiliki, Rico optimistis Pekan KHAS dapat menjadi salah satu penguat citra Kota Medan sebagai destinasi wisata halal yang kaya rasa, budaya, dan keberagaman. (*)
