![]() |
Wakil Bupati Serap Aspirasi Warga Paya Itik |
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, merespons langsung kebutuhan masyarakat saat melakukan kegiatan Berjemur (Bekerja bertemu rakyat) ke Desa Paya Itik, Kecamatan Galang, Selasa (31/3/2026).
Salah seorang warga, Ngapuli Barus, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah kabupaten yang dinilai jarang terjadi.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan ini. Desa kami kecil dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menengah ke bawah. Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ngapuli menjelaskan, mayoritas masyarakat Desa Paya Itik menggantungkan hidup pada sektor pertanian di sekitar kawasan perkebunan. Namun, keterbatasan lahan dan akses ekonomi menjadi tantangan utama.
Keluhan juga disampaikan oleh seorang petani, James, terkait kondisi irigasi yang rusak serta keterbatasan alat pertanian. Menurutnya, kerusakan irigasi menyebabkan hasil panen tidak maksimal.
“Irigasi sering jebol sehingga air meluap ke sawah. Selain itu, kami juga kesulitan alat seperti traktor karena harus meminjam dari desa lain, sehingga jadwal tanam sering terlambat,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat demi mendorong pembangunan yang merata.
“Kami selalu berharap adanya masukan dan keluhan dari masyarakat agar bisa kita perbaiki bersama. Pembangunan ini untuk kesejahteraan kita semua,” ungkapnya.
Melalui dinas terkait, Wakil Bupati akan melakukan peninjauan lapangan untuk mengkaji kondisi irigasi, termasuk kemungkinan normalisasi aliran sungai agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, seperti gotong royong bersama kelompok tani.
“Kalau kita bergotong royong, perbaikan ini bisa cepat selesai. Pemerintah akan mendukung, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga dan merawat,” tegasnya.
Pemerintah juga membuka peluang bantuan bagi kelompok tani dan peternak, dengan syarat adanya komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaannya.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan agar merata. Semoga apa yang direncanakan hari ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dirangkai penyerahan Upah Pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun. Selanjutnya, dilakukan peletakan batu pertama renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta peninjauan ke SD Negeri 104279 Paya Itik.
Kegiatan diawali dengan penyerahan Upah Pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun. Selanjutnya, dilakukan peletakan batu pertama renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta peninjauan ke SD Negeri 104279 Paya Itik.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah. Salah seorang warga, Ngapuli Barus, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah kabupaten yang dinilai jarang terjadi.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan ini. Desa kami kecil dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menengah ke bawah. Kami berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mayoritas masyarakat Desa Paya Itik menggantungkan hidup pada sektor pertanian di sekitar kawasan perkebunan. Namun, keterbatasan lahan dan akses ekonomi menjadi tantangan utama.
Keluhan juga disampaikan oleh seorang petani, James, terkait kondisi irigasi yang rusak serta keterbatasan alat pertanian. Menurutnya, kerusakan irigasi menyebabkan hasil panen tidak maksimal.
“Irigasi sering jebol sehingga air meluap ke sawah. Selain itu, kami juga kesulitan alat seperti traktor karena harus meminjam dari desa lain, sehingga jadwal tanam sering terlambat,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai masukan masyarakat demi mendorong pembangunan yang merata.
“Kami selalu berharap adanya masukan dan keluhan dari masyarakat agar bisa kita perbaiki bersama. Pembangunan ini untuk kesejahteraan kita semua,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur seperti irigasi. Menurutnya, perbaikan dapat dilakukan melalui gotong royong bersama kelompok tani.
“Kalau kita bergotong royong, perbaikan ini bisa cepat selesai. Pemerintah akan mendukung, tapi masyarakat juga harus ikut menjaga dan merawat,” tegasnya.
Selain itu, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Pajak yang dikumpulkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting,” tambahnya.
Terkait sektor pertanian, pemerintah daerah melalui dinas terkait akan melakukan peninjauan lapangan untuk mengkaji kondisi irigasi, termasuk kemungkinan normalisasi aliran sungai agar tidak terjadi kerusakan berulang.
Pemerintah juga membuka peluang bantuan bagi kelompok tani dan peternak, dengan syarat adanya komitmen dan tanggung jawab dalam pengelolaannya.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan agar merata. Semoga apa yang direncanakan hari ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
