-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Alamak! Pasar I Tambak Rejo Rawan Pencuri, Sepmor Vixion, HP dan ATM Wartawati Raib Digasak Maling

Jumat, 13 Maret 2026, 15:02 WIB Last Updated 2026-03-13T08:02:56Z
Alamak! Pasar I Tambak Rejo Rawan Pencuri, Sepmor Vixion, HP dan ATM Wartawati Raib Digasak Maling


Deli Serdang | buser-investigasi.com

Aksi pencurian kendaraan bermotor (ranmor) sedang marak terjadi menjelang Idul Fitri 1447 H. Tidak hanya di Kota Medan saja, aksi nekat para pencuri yang mengambil kesempatan dalam kesempitan itu pun menyebar hingga ke luar wilayah Kota Medan.


Pada hari Kamis (12/3/2026), kurang lebih sekitar pukul 02.00 WIB dini hari rumah seorang Wartawan yang akrab dipanggil Siti dibobol maling atau komplotan spesialis pencuri kendaraan bermotor diduga tinggal tidak jauh dari kediamannya di Tembung, tepatnya di sekitaran Pasar I (Satu) Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.


Siti menyebutkan, kejadian itu menjelang sahur. Ia dan suaminya, Fadli mengaku tidak mendengar suara apapun saat kejadian karena sedang tertidur


"Saya dan suami tidak mendengar suara apapun. Biasanya kalau ada sedikit suara di luar rumah kami mendengarnya, tapi pagi menjelang sahur tadi nggak biasa-biasanya saya dan suami tidur sangat lelap," ucapnya. 


Kemudian, Siti juga sempat menyebutkan kronologi kejadiannya. Mulai ada kucing yang masuk ke dalam kamar, kendaraan yang tidak ada didalam rumah hingga pintu dapur yang rusak di jebol dan dibiarkan terbuka setelah maling menggasak sepeda motor (Sepmor) merk Yamaha All New Vixion 150 cc berplat Nomor Polisi BK 3504 AJD, Nomor Rangka MH3RG4610LK131733 dan Nomor Mesin G3E7E0509313. 


Alamak! Pasar I Tambak Rejo Rawan Pencuri, Sepmor Vixion, HP dan ATM Wartawati Raib Digasak Maling

"Pintu kamar terbuka, ada kucing masuk dan duduk dikamar, setelah menggiring kucing ke luar, heran melihat pintu terbuka, setelah melihat motor saya nggak ada barulah suami saya ngecek ke belakang rumah. Sementara saya ke depan panggil orangtua dan memberitahu kalau pintu belakang rusak di jebol maling. Saya sempat ingin memvideokan tapi HP Vivo Y100 5G saya juga hilang diambil maling. Bukan HP aja yang hilang, didalam casing HP itu ada ATM Card bank Sumut, uang Rp.200 ribu dan struk bukti pembayaran listrik. Maling masuk ke dalam kamar cuma ambil HP saja, sementara laptop dan printer tidak dibawa karena saya tutup pakai handuk dan mungkin tidak terlihatnya. Kemarin hari Kamis (12/3/2026) saya bingung nggak tau mau kasih kabar ke teman-teman kalau HP saya hilang beserta nomor telepon di dalamnya. Tapi, saya coba buka laptop dan bersyukur bisa pulihkan akun WhatsApp nomor lama menggunakan email. Setelah semuanya dipulihkan, saya kunci jarak jauh akun email yang nempel di HP HP Vivo Y100 5G itu. Sempat aktif 22 jam lalu, berarti si maling itu mengambil dan matikan HP saya pada pukul 01.43 WIB dini hari di hari Kamis sebelum sahur," ungkap Siti, Jum'at (13/3/2026). 


Sebelumnya, setelah kejadian, Siti bersama suami mendatangi Polsek Medan Tembung untuk membuat Laporan Polisi atas pembobolan rumah dan kehilangan kendaraan itu. Namun, petugas SPKT Polsek Medan Tembung diduga membola-bola Siti yang hendak membuat pengaduan. 


"Hari Kamis (12/3/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB saya datang ke Polsek Medan Tembung dipinjamin motor sama adik sepupu, jumpa petugas SPKT kemudian saya ditanyai mau kemana? Saya bilang mau buat laporan Pak, rumah saya dibobol maling, kendaraan beserta HP saya diambil, tapi disuruhnya fotocopykan BPKB beserta STNK. Jadi saya diantar suami cari tempat fotocopy di daerah Mandala. Setelah itu kembali lagi ke Polsek Medan Tembung, petugas SPKT yang ada pagi itu minta saya menulis nama, alamat kejadian dan nomor telpon yang bisa dihubungi sambil melihat ponsel ibu saya yang dipinjamkan untuk buat laporan. Usai menulis dikertas selembar, saya pikir langsung ditangani, ternyata disuruh pulang dan menunggu di rumah sambil dibilang nanti jam 09.00 WIB petugas kami yang dilapangan datang ke lokasi dengan alasan menunggu pergantian piket," cetus Siti menerangkan. 


Kendati demikian, ditunggu sampai sore, tidak ada tanda-tanda panggilan datang di WhatsApp dari petugas Polsek yang diinfokan petugas SPKT akan datang ke rumah. Siti pun akhirnya pergi menghadiri undangan liputan yang sudah terjadwal beberapa hari lalu. 


"Petugas nggak datang-datang, HP ibu saya dan suami saya juga nggak ada di telpon dari orang Polsek, jadi saya tinggal liputan," bilangnya. 


Usai waktu berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WIB, Siti bersama suami kembali datang ke Polsek menanyakan kenapa tidak ada petugas yang datang dan petugas SPKT yang ada mengatakan lupa dan diduga tidak ada koordinasi antara petugas piket malam ke pagi dan selanjutnya. 


"Saya kembali ke Polsek untuk menanyakan kenapa belum datang petugas yang katanya mau datang ke lokasi, alasan bapak-bapak yang ada di SPKT bilang lupa. Jadi, saya dikasih nomor telpon dan diminta menghubungi petugas luar untuk datang mengecek ke lokasi. Sudah di telpon, tapi saya menunggu lagi di rumah. Sudah di share lokasi, petugas membalas Ok Otw. Tidak lama kemudian, petugas minta saya kembali sabar. Dibilangnya Oke sabar y bu kmi lgi nangani temuan mayat dlu, gitu katanya di pesan WhatsApp. Jadi sampai kapan saya tunggu? Saya kok merasa dipermainkan ya?" tuturnya kesal. 


Selain itu, orangtua Siti juga sempat menanyakan kapan petugas Polsek datang dan jadi atau tidaknya membuat laporan itu. 


"Dimana mereka, kenapa belum datang? Sampai kapan nunggunya? Apa harus dimaling lagi dan ada korban jiwa baru datang?" kata Rukiyah.


Hingga berita ini diterbitkan, Jum'at (13/3/2026) tidak ada petugas yang datang ke lokasi kejadian dan Wartawati perempuan yang akrab disapa Siti berpenampilan tomboy itu masih menunggu. ( ..... )

Komentar

Tampilkan

  • Alamak! Pasar I Tambak Rejo Rawan Pencuri, Sepmor Vixion, HP dan ATM Wartawati Raib Digasak Maling
  • 0

Terkini

Topik Populer