![]() |
MBG Beri Dampak Ekonomi yang Nyata Bagi Masyarakat |
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut dapat memberikan efek simultan bagi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), koperasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Hasil pertanian dan budidaya perikanan masyarakat diharapkan dapat terhubung langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk hingga tingkat desa sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," kata Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), dr Hanip Fahri MM MKed(KJ) SpKJ di kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan UMKM, Koperasi dan BUMDes untuk Mendukung Program MBG di Desa Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kamis (5/3/2026).
Dalam hal ini, lanjut Staf Ahli, Desa Regemuk memiliki potensi pangan yang sangat strategis, mulai dari petani bawang, petani melon hingga kelompok budidaya ikan air tawar maupun ikan tangkapan yang aktif dan produktif. Potensi tersebut dinilai menjadi kekuatan besar dalam mendukung kebutuhan pangan bagi program MBG.
Staf Ahli juga menyampaikan, Kabupaten Deli Serdang saat ini telah memiliki lebih dari 152 SPPG dan empat di antaranya telah dibangun di Kecamatan Pantai Labu.
"Kehadiran SPPG ini diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas produk pertanian dan perikanan sekaligus mendukung perbaikan asupan gizi masyarakat," jelas Staf Ahli.
Lebih lanjut disampaikan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, religius dan berkelanjutan.
Melalui program MBG, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar program tersebut tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi daerah.
Untuk itu, para petani, pelaku UMKM, serta pengurus koperasi dan BUMDes diharapkan terus menjaga kualitas produksi, kebersihan serta standar keamanan pangan agar dapat menjadi mitra terbaik dalam mendukung program strategis nasional tersebut.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana SKom CRMO menjelaskan, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Setiap SPPG mampu membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan tenaga kerja serta membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap harinya, seperti telur, susu, sayuran, daging dan buah-buahan.
Karena itu, SPPG diwajibkan memprioritaskan pembelian bahan pangan dari petani, peternak, UMKM, koperasi serta pelaku usaha lokal di wilayah masing-masing.
"Dengan adanya pembeli tetap atau off taker, maka perputaran ekonomi di daerah akan semakin meningkat dan petani maupun pelaku usaha lokal memiliki kepastian pasar," jelasnya. (DISKOMINFOSTAN DELI SERDANG)
