
![]() |
Ojol Pasang Tulisan 'Jangan Lindas Kami' |
Medan | buser-investigasi.com
Ratusan massa aksi dari mahasiswa dan driver ojek online (ojol) melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumut. Salah satu driver ojol terlihat memasang tulisan 'Jangan Lindas Kami' di jaketnya.
Pantauan, Jumat (29/8), gelombang driver ojol datang sekitar pukul 15.20 WIB. Kedatangan mereka terlihat disambut oleh mahasiswa.
Para driver Ojol terlihat membagikan makanan ke para mahasiswa. Kemudian salah satu driver ojol terlihat naik ke mobil komando aksi. "Jangan lindas kami," ucap pria memakai jaket ojol berulang kali di atas mobil komando.
Para mahasiswa terlihat mendesak agar Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti menemui massa aksi. Termasuk juga fraksi-fraksi di DPRD Sumut.
Sebelumnya diberitakan, gelombang mahasiswa mulai demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumut. Mereka mengheningkan cipta sebagai bentuk belasungkawa terhadap ojek online (ojol) yang tewas ditabrak kendaraan taktis milik Brimob di Jakarta.
Jumat (29/8), rombongan mahasiswa tiba sekira jam 14.40 WIB. Ratusan mahasiswa ini berasal dari BEM SI.
Mereka terlihat membawa spanduk dengan sejumlah tuntutan. Seperti penegakan hukum terhadap ojol yang tewas di Jakarta, hingga membahas soal gaji guru. "Kita akan mengheningkan cipta untuk 2 orang ojol yang ditabrak sebelum memulai orasi, kita menyampaikan turut berbelasungkawa," kata salah satu mahasiswa saat tiba di Kantor DPRD Sumut.
![]() |
Ojol Pasang Tulisan 'Jangan Lindas Kami' |
Sejumlah pengendara Ojol juga terlihat bergabung dalam aksi yang berlangsung di depan Kantor DPRD Sumut. Ratusan petugas kepolisian terlihat disiagakan di depan pagar Kantor DPRD Sumut.
Mahasiswa saat ini masih melakukan orasi secara bergantian. Mereka terlihat mendesak agar anggota DPRD Sumut menemui mereka. Ada juga terlihat warga yang membagikan kopi dan air minum secara gratis di lokasi. Para peserta aksi terlihat bergantian mengambil minuman tersebut.
Demo Memanas di Medan!
Kericuhan pecah setelah sekelompok massa aksi melemparkan batu dan kayu ke arah petugas kepolisian.
Petugas mencoba melerai lemparan tersebut, namun bentrokan tak terhindarkan. Sejumlah polisi berusaha maju ke arah persimpangan Jalan Perdana, Imam Bonjol, dan Jalan Kejaksaan untuk mengendalikan situasi.
Melihat kondisi yang semakin memanas, satu unit mobil Water Canon akhirnya dikerahkan untuk membubarkan massa dan menghentikan aksi pelemparan.
Aksi unjuk rasa ini digelar sebagai bentuk protes dan solidaritas dari para driver ojol di Medan terkait insiden tewasnya seorang pengemudi ojol yang terlindas mobil rantis milik Brimob di Jakarta pada Kamis (28/8).(dts/mmc/bbs)