
![]() |
Ratusan mahasiawa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan saat melakukan demo di depan Gedung DPRD Kota Medan. |
MEDAN | buser-investigasi.com
Tagline "Bubarkan DPR" terus menggema di tanah air. Namun, kali ini sedikit berbeda dari aksi yang digaungkan oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan, Jumat (29/8).
Cipayung Plus Kota Medan yang menggelar aksi di depan gedung yang terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis, menyebut bahwa perlunya reformasi DPRD Medan yang dinilai dalam kondisi tidak baik-baik saja.
"Saat ini, kondisi para anggota legislatif termasuk DPRD Medan perlu dilakukan reformasi. Karena sejauh ini keberadaan para anggota dewan terhormat sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja," kata kordinator aksi, Julpadli Simamora.
Dalam orasinya, Julpadli mengatakan, permasalahan utama bangsa Indonesia adalah kemiskinan dan pengangguran. Namun kenyataannya, pemerintah saat ini belum bisa memberikan solusi. "Yang terjadi malah tunjangan rakyat dinaikkan. Ini bukti pemimpin bangsa tidak berpihak pada rakyat. Begitu juga dengan kebijakan pemerintah saat ini tidak ada yang berpihak kepada rakyat,” katanya.
Dengan segala informasi yang terjadi di tingkat nasional, Julpadli menegaskan bahwa aksi Cipayung Plus Kota Medan tidak ingin ditunggangi. "Tagline Bubarkan DPR terus menggema, namun kita menghapus itu bagian dari propaganda. Makanya kita tidak ingin mengangkat tema itu. Yang kita ingin adalah Reformasi DPRD Kota Medan," tegasnya.
Selain menggaungkan Reformasi DPRD Medan, aksi mereka juga diisi dengan berbagai aksi teatrikal dan pembacaan puisi yang dilakukan secara bergantian oleh mahasiswa yang ikut dalam aksi itu.(mbc)