-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Spanduk Dipasang Tanpa Izin Dicabut, Caleg DPRD Medan Ngamuk-Ancam Warga

Gimson Sitanggang, SE
14 Desember 2023, 16:08 WIB Last Updated 2023-12-14T09:08:36Z
Spanduk Dipasang Tanpa Izin Dicabut, Caleg DPRD Medan Ngamuk-Ancam Warga


MEDAN | buser-investigasi.com


Seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Medan mengamuk ke warga akibat mencabut spanduk yang tanpa izin dipasang di kios milik warga tersebut. Selain mengamuk, caleg tersebut juga ternyata mengancam warga.


Dalam video yang dilihat, Rabu (13/12) terlihat spanduk caleg DPRD Medan nomor urut 11 dari dapil 3 atas nama Siti Aisyah. Spanduk caleg itu disebut dipasang tanpa izin dan menutupi spanduk kios milik warga.


Sedangkan di video lain, terlihat 4 orang termasuk caleg dalam spanduk mendatangi kios tersebut dan mengamuk. Mereka terlihat adu mulut dengan seorang pria di dalam kios.


Diketahui lokasi kios tersebut berada di Jalan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan. Saat ke lokasi, spanduk tersebut sudah tidak ada.


Makrahim Simamora (22) warga yang merekam spanduk dan cekcok dengan caleg tersebut menjelaskan kronologis peristiwa di dalam video. Dia mengatakan keberadaan spanduk itu dia ketahui saat membuka kios miliknya kemarin.


"Semalam jam 8 pagi saya buka toko, namanya kita punya usaha pasti kita bersih-bersih, jadi saya lihat itu disamping, spanduk kita ditutupi oleh spanduk caleg dari Partai Ummat, caleg nya nomor 11 namanya Siti Aisyah," kata Makrahim Simamora ke wartawan, Rabu (13/12).


Melihat spanduk caleg tiba-tiba terpasang di kios nya, Makrahim pun menduga-duga siapa yang memasang karena tidak ada orang yang meminta izin ke dia terkait pemasangan spanduk. Makrahim sendiri baru menyewa di kios tersebut selama 2 bulan.


Karena tidak tahu siapa yang pasang dan spanduk tersebut menutupi spanduk kios nya, Makrahim pun mencopot spanduk caleg tersebut. Sebab sepengetahuan Makrahim, pemasangan alat peraga kampanye harus seizin orangnya. "Dalam undang-undang pasal 34, intinya harus ada izin dari pemilik tempat," ucapnya.


Setelah mencopot spanduk tersebut, dirinya pun pergi kuliah di salah satu kampus negeri di Medan. Dia pun meminta adiknya untuk menjaga kios tersebut.


Sekitar jam 15.00 WIB, dia ditelpon adiknya karena orang belakang kios mereka protes akibat spanduk caleg dicopot. Dia pun kemudian diminta pulang untuk menjelaskan hal tersebut.


"Ternyata timsesnya (caleg) itu yang berada di belakang (kios), marah-marah dia karena saya cabut dan taroh ke tong sampah spanduknya," ujarnya.


Sesampainya di kios, Makrahim diminta timses tersebut untuk mengambil spanduk yang dia buang ke tempat sampah. Namun Makrahim tidak mau karena menurutnya hal itu sudah tepat dia lakukan karena memasang tanpa izinnya.


"Setelah diancamnya saya 'nanti yang caleg akan datang ke mari, tunggu aja' kata timsesnya," ungkapnya.


Tidak berapa lama kemudian, datanglah caleg tersebut dengan seorang pria yang diduga Makrahim merupakan suaminya. Caleg tersebut datang dan langsung marah-marah.


"Kalau lah kita seorang caleg, pasti adalah komunikasi dengan bahasa-bahasa kepala dingin, tapi tidak ada langsung ceplas-ceplos, memanas lah, marah," ujarnya


Makrahim kemudian terlibat adu mulut dengan pihak caleg tersebut. Bahkan dia diajak duel oleh pria yang diduga suami caleg.


"Adu mulut lah, saya tanya undang-undang Pemilu tidak tahu, saya suruh buka undang-undang Pemilu tidak mau. Malah sempat-sempat saya mau diajaknya adu jotos (pria yang diduga suami caleg) yang baju putih," sebutnya.


Namun duel tersebut tidak terjadi, pria tersebut kemudian memukul tiang kios dan juga gerobak tempat jualan minumannya. Akibat dipukulnya, gerobak itu disebut rusak dan Makrahim diancam.


"Hati-hati lah kau ya," ucap Makrahim menirukan ancaman tersebut.


Caleg tersebut juga diketahui mengancam Makrahim. Makrahim disebut akan dihukum 2 tahun penjara karena mencopot spanduk miliknya.


"Kalau spanduk itu kau buang ke tong sampah, itu kau ada ancaman kena 2 tahun penjara," katanya sambil menirukan ancaman caleg.


Setelah itu, keempat orang tersebut pergi meninggalkan lokasi dengan membawa spanduk yang sudah dicopot tersebut. Hingga saat ini, Makrahim tidak ada dihubungi lagi oleh pihak caleg. (*/dt)

Komentar

Tampilkan

  • Spanduk Dipasang Tanpa Izin Dicabut, Caleg DPRD Medan Ngamuk-Ancam Warga
  • 0

Terkini

Topik Populer