-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Safari Ashar Rico Waas di Masjid Al Muflihin Silalas Jadi Tempat Warga Menaruh Harapan, Persoalan Air bersih, Pendidikan Anak hingga Banjir Jadi Keluhan

Rabu, 04 November 2026, 00:43 WIB Last Updated 2026-11-03T17:43:14Z

Safari Ashar Rico Waas di Masjid Al Muflihin Silalas Jadi Tempat Warga Menaruh Harapan, Persoalan Air bersih, Pendidikan Anak hingga Banjir Jadi Keluhan


Medan | buser-investigasi.com

Persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, mulai dari sulitnya mendapatkan air bersih di sekolah, kekhawatiran anak tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi, hingga ancaman banjir akibat drainase yang tak kunjung dibersihkan sampai persoalan Desil, menjadi keluhan yang disampaikan warga kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.


Berbagai persoalan tersebut mencuat dalam dialog bersama warga saat Safari Ashar yang dilakukan Wali Kota Medan Rico Waas di Masjid Al Muflihin, Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Selasa (3/11/26). Kesempatan itu dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini mereka hadapi sekaligus berharap adanya solusi dari Pemko Medan.


Dalam safari Ashar tersebut, Rico Waas bersama Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum dan Pj Sekda Erfin Fahrurrazi serta sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan diantaranya Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Sofyan, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kadisdukcapil Baginda P Siregar, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane dan Kadispora T Chairuniza.


Salah satu keluhan datang dari Abidin Batubara, warga Silalas, yang menyampaikan persoalan sulitnya mendapatkan air bersih di SD Negeri 067954, Jalan Kejaksaan, tempat ia bekerja sebagai guru. Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar lima tahun. Akibat tidak tersedianya air yang memadai, para siswa bahkan terpaksa menggunakan fasilitas toilet di masjid terdekat untuk buang air kecil maupun besar.


Dirinya mengungkapkan, pihak sekolah telah beberapa kali mendatangkan petugas Perumda Tirtanadi untuk memeriksa jaringan air. Namun, hingga kini persoalan tersebut belum juga teratasi. Diduga terdapat penyumbatan pada saluran pipa, tetapi titik permasalahannya belum diketahui secara pasti.


Menanggapi keluhan tersebut, Rico Waas meminta Perkimcikataru segera turun langsung ke sekolah untuk memeriksa jaringan air dan mencari penyebab persoalan. Ia menegaskan kebutuhan air bersih di sekolah harus menjadi perhatian karena menyangkut kenyamanan dan kebutuhan dasar anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar.


"Besok dicek langsung ke Sekolah. Kita lihat apa masalahnya, koordinasikan dengan Tirtanadi. Air harus bisa masuk ke sekolah karena itu kebutuhan dasar," tegas Rico Waas kepada Kadis Perkimcikataru Jhon Lase.


Keluhan lain yang menyentuh persoalan pendidikan disampaikan Yani, warga Lingkungan 6, Silalas. Sebagai seorang ibu tunggal yang membesarkan anaknya dan dua anak abangnya yang telah meninggal dunia, ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan buah hatinya, terlebih setelah dua bulan terakhir tidak lagi bekerja di tempatnya bekerja pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Saat ini, ia hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan setiap Minggu di CFD Lapangan Merdeka. Penghasilan tersebut harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai ketiga anaknya. Ia pun berharap mendapatkan bantuan beasiswa agar anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan dan tidak putus sekolah.


Dengan penuh harap, Yani meminta petunjuk kepada Rico mengenai cara memperoleh bantuan pendidikan. Ia juga menceritakan pernah berupaya mengurus bantuan sosial, termasuk PKH, tetapi belum mendapatkannya.


Menanggapi hal itu, Rico menjelaskan bahwa beasiswa untuk jenjang SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sementara itu, pendidikan TK, PAUD, SD hingga SMP menjadi kewenangan pemerintah kota Medan. Namun demikian Rico Waas meminta pihak terkait membantu menjembatani persoalan tersebut agar keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh informasi dan akses bantuan pendidikan sesuai kewenangannya.

 

Dalam dialog itu, Rico Waas juga menanggapi keluhan Yani sebagai pedagang kecil yang tidak dapat berjualan di hari biasa karena aturan berlaku. Ia menjelaskan bahwa Pemko Medan tetap berupaya menata kawasan perkotaan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat.


" Pemko Medan tengah menyiapkan penataan lokasi berjualan melalui klaster-klaster agar pedagang memiliki tempat usaha yang lebih tertib dan tidak mengganggu fasilitas umum", ujar Rico Waas.


Kemudian Rico Waas juga meminta Diskoperindag untuk membantu memeriksa legalitas usaha serta memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM


Persoalan kesejahteraan sosial juga disampaikan Irfan Rinaldi. Ia mewakili warga yang mempertanyakan ketidaksesuaian data desil kesejahteraan dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan. Bahkan, terdapat warga lanjut usia yang sudah berupaya mengurus bantuan menggunakan surat pengantar kepling dan lurah, tetapi belum juga memperoleh bantuan.


Irfan berharap Pemko Medan memberikan perhatian terhadap warga kurang mampu, termasuk mereka yang tidak tergabung dalam Serikat Tolong Menolong (STM). Ia meminta pemerintah dapat membantu menyediakan keranda dan tenda agar warga miskin yang tidak sanggup membayar iuran STM tetap bisa memperoleh fasilitas ketika mengalami musibah kematian.


Merespons hal tersebut, Rico Waas menjelaskan warga yang merasa data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan sanggahan melalui kelurahan untuk diteruskan kepada Dinas Sosial. Selanjutnya, kondisi ekonomi warga akan diverifikasi kembali agar data penerima bantuan sesuai dengan keadaan sebenarnya.


Selain itu, persoalan banjir turut menjadi perhatian. Syaidin Nasution mengeluhkan kondisi parit di Jalan Nangka, Kelurahan Silalas yang disebut sudah lama tidak dikorek sehingga aliran air tidak lancar dan kawasan tersebut kerap mengalami banjir.


"Saya minta jajaran kewilayahan dan Dinas SDABMBK segera mengecek kondisi saluran tersebut serta melakukan pembersihan dan pengorekan agar aliran air kembali lancar", ucap Rico Waas.


Melalui Safari Ashar tersebut, Rico Waas membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung. Mulai dari kebutuhan dasar anak-anak di sekolah, perjuangan orang tua menjaga keberlanjutan pendidikan, hingga persoalan kesejahteraan dan lingkungan tempat tinggal.


Sebelumnya di momentum safari Ashar, Rico Waas memberikan bantuan untuk pembangunan dan renovasi Masjid Al Muflihin sebesar Rp 50 juta yang diterima Ketua BKM Abdurrahman Lubis. Selain itu bantuan lainnya juga diberikan yakni, Berupa 1 set mesin servis AC, 70 polybag bibit cabai. Kemudian bantuan 1 set alat tenis meja dan bantuan 1 unit rak buku, 1 set buku-buku, serta barcode e-book. (*)

Komentar

Tampilkan

  • Safari Ashar Rico Waas di Masjid Al Muflihin Silalas Jadi Tempat Warga Menaruh Harapan, Persoalan Air bersih, Pendidikan Anak hingga Banjir Jadi Keluhan
  • 0

Terkini

Topik Populer