-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

" Mini Danau Toba Baru" di Sibiru - Biru, Deli-Serdang, Diserbu Akhir Pekan, Diera dr.Asri Ludin Tambunan.

Sabtu, 31 Oktober 2026, 06:52 WIB Last Updated 2026-10-30T23:52:58Z

 

" Mini Danau Toba Baru" di Sibiru - Biru, Deli-Serdang, Diserbu Akhir Pekan, Diera dr.Asri Ludin Tambunan.



Deli Serdang  l  buser investigasi.com

Tirai kabut putih menyelimuti hamparan air yang dikelilingi oleh perbukitan hijau di lokasi Bendungan Lau Simeme, Sibiru - Biru, Kabupaten Deli-Serdang, Sumatera Utara, Yang ramai diserbu wisata akhir pekan, berjarak tempuh 1.5 jam dari Kota Medan.

Sejak resmi mulai, pada 17 September 2026, Air di bendungan setinggi 73.5 meter.


Ini terus meningkat dan dilaporkan sudah melimpas pintu pelepasan awal (early gate spillway).


Proses pengisian air ini secara perlahan, menegelamkan Wilayah Permukiman, Kantor Desa, Sekolah, Tempat Ibadah, hingga lahan pertanian warga.

Terdampak genangan luas ini diantaranya sebagian, Desa Kuala Dekah, Desa Kuala Sabah (Sari Laba) dan wilayah sekitarnya.


Rumah - Rumah Warga di kawasan terdampak kini dilaporkan hanya menyisakan bagian atap atau bahkan sudah tenggelam di atas permukaan air.

Dibalik hilangnya Permukiman Warga Lanskap baru Bendungan yang merupakan Hamparan Danau Luas dikelilingi perbukitan hijau kini viral di media sosial dan ramai diperbincangkan.


Banyak pengunjung luar kota berdatangan karena penasaran dan menjuluki kawasan genangan baru ini mirip dengan panorama di Danau Toba.

Warga lokal yang tidak terdampak kini mulai mengusahakan sektor wisata dan transportasi sampan.


Pada akhir Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli-Serdang, mengingatkan pihak terkait agar rencana pemanfaatan lahan di sekitar bendungan (seperti penanaman pohon atau pemberdayaan masyarakat) wajib melalui kajian teknis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera ll (dua). 

Hal ini ditegaskan agar aktivitas di sekitar Waduk tidak memicu konflik sosial baru, maupun menganggu fungsi utama bendungan.


Luas Area Genangan mencapai kurang lebih 125 hingga 246.80 Hektar.


Manfaat dan Fungsi Utama nya adalah mampu mereduksi debit Banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli-Serdang hingga kurang lebih 289 m3 Per detik atau reduksi limpasan air hulu Sungai Deli dan Sungai Percut.


Penyedia air baku, sebesar 2.85 Hingga 3.000 liter Per detik untuk Wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli-Serdang.


Pembangkit listrik (PLTA Minihidro), berkapasitas 2.8 MW atau 1 MW pada data perencanaan awal.


Irigasi, Mendukung pengairan lahan pertanian, meliputi Daerah Irigasi Bandar Sidoras dan Lantasan.


Mengingat Lau Simeme merupakan aset infrastruktur pengairan Nasional atau (proyek strategis Nasional), pemanfaatan lahan di sekitar wilayah sempadan harus mendapat izin dan melalui kajian teknis dari instansi pemilik/pengelola bendungan.


Pemkab Deli-Serdang, melalui koordinasi Bupati/Wakil Bupati, Dinas Pemuda Olah Raga Budaya Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf), serta pihak Kecamatan dan Desa.


Pemkab bertugas menata kawasan agar tidak memicu konflik sosial sesuai dengan aturan tata ruang/regulasi Daerah.


Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Warga atau pelaku usaha lokal di sarankan membentuk Pokdarwis agar pengelolaan aktivitas wisata terarah, menjaga kebersihan dan menerapkan prinsip sapta pesona.


Dan Bupati Deli-Serdang memiliki siasat, lantas mengintruksikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bhinneka Perkasa Jaya (BPJ) untuk melakukan pemetaan dan penataan lingkungan UMKM.


Supaya kedepannya menjadi Destinasi Pariwisata Kuliner Modern.


Hasruli, selaku Direktur BUMD BPJ Deli Serdang, menjelaskan terkait dengan pengembangan lokasi Bendungan Lau Simeme menjadi Pariwisata baru " mini Danau Toba" akan menjadi prioritas kita selaku Perusahaan Daerah, jelasnya saat di wawancarai di ruang kerjanya di Lubuk Pakam.


Lokasi Bendungan Lau Simeme telah banyak di kunjungi para wisatawan lokal dari beberapa Daerah.


Oleh sebab itu jika kita tidak secepat nya melakukan pemetaan dan penataan dengan baik di khwatirkan akan muncul masalah baru yang di timbulkan oleh masyarakat itu sendiri.


Diantara yaitu munculnya Tenda - Tenda Biru, yang sesuka hati mereka, serta sampah hingga terkesan kumuh yang dapat merusak lokasi Bendungan Lau Simeme.


Untuk mengakses program wisata bahari tersebut kita selaku pengelola telah menjalin kerjasama dengan berbagai Dinas terkait yaitu Dinas Poraparbudekraf, Dinas Koperasi, Dinas Perikanan, Dinas SDABMBK, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta turut jua BBWSS ll


Serta kita juga membuka ruang bagi para pengiat Wisata lainnya, ucap Hasruli mengakhiri Perkataannya. (ES)

Komentar

Tampilkan

  • " Mini Danau Toba Baru" di Sibiru - Biru, Deli-Serdang, Diserbu Akhir Pekan, Diera dr.Asri Ludin Tambunan.
  • 0

Terkini

Topik Populer