-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Kebiasaan Orang Tua Ini Bikin Anak Jadi Pribadi yang Baik Hati

Rabu, 17 Juni 2026, 00:28 WIB Last Updated 2026-06-16T17:28:45Z

Kebiasaan Orang Tua Ini Bikin Anak Jadi Pribadi yang Baik Hati

buser-investigasi.com - Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang baik. Beruntungnya, ada beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak menjadi pribadi baik hati. Apa saja?


Di tengah dunia yang tampak sibuk dan keras, kebaikan hati menjadi salah satu 'alat hidup' terpenting yang dapat dikembangkan anak. Orang tua mana yang tak menginginkan anaknya menjadi baik hati di masa mendatang.


Hanya saja, orang tua perlu ingat, kebiasaan Anda sehari-hari bisa memengaruhi sikap anak, mulai dari cara berbicara, bertindak, mendengarkan, hingga berhubungan dari orang lain.


Kebiasaan orang tua yang membuat anak jadi baik hati


Cara orang tua melakukan berbagai hal setiap hari dapat memengaruhi bagaimana anak bereaksi terhadap dunia yang kadang tampak tidak ramah.


Berikut beberapa kebiasaan orang tua yang membuat anak jadi pribadi baik hati, merangkum berbagai sumber.


1. Mengedepankan empati


Pembelajaran hidup kadang kala lebih mudah dipahami dengan mengamati apa yang dilakukan orang tua, alih-alih hanya memberikan teori.


Mengutip Times of India, mengamati sikap orang tua yang penuh perhatian pada pemilik toko, berbicara dengan hormat di hadap orang tua, menunjukkan kesabaran saat terjebak macet, atau membantu orang lain yang membutuhkan rasanya sudah cukup untuk anak.


Jangan lupa juga untuk berani meminta maaf saat berbuat salah. Tunjukkan juga rasa terima kasih Anda untuk anak. Hal ini akan membuat anak mengerti bahwa meminta maaf dan mengucapkan terima kasih bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan.


2. Mendengarkan tanpa menghakimi


Orang tua yang mau mendengarkan akan membesarkan anak yang aman secara emosional. Saat anak merasa bebas untuk berbagi ketakutan, kemarahan, dan kebingungan tanpa dihakimi, mereka akan belajar nilai empati.


Selain itu, saat anak merasa didengarkan, mereka juga belajar nilai emosi orang lain.


Perilaku seperti ini meningkatkan nilai kasih sayang, kesabaran, dan kecerdasan emosional pada anak. Mereka juga akan berkembang menjadi pribadi yang lembut pada orang lain, alih-alih bersikap keras.


3. Disiplin, tapi tenang


Cobalah untuk bereaksi tenang saat anak melakukan kesalahan. Hal ini menanamkan pengendalian diri pada anak dan mengajarkan mereka untuk bersikap baik.


Memarahi anak dengan cara yang keras mungkin akan membuat mereka patuh dalam jangka pendek. Tapi, dengan cara yang tenang namun tegas, anak akan bersikap baik dalam jangka panjang.


4. Mengucapkan terima kasih


Rasa syukur dan ucapan terima kasih berkaitan dengan kebaikan. Dengan cara ini, anak jadi tahu cara untuk bersyukur dan tak merasa berhak untuk memamerkan apa yang dimiliki.


Rutinitas seperti mengucapkan terima kasih atas hal-hal yang diterima, mencoba melihat usaha orang lain, dan mengingat pengalaman positif dapat berkontribusi terhadap kesadaran emosi yang lebih besar pada anak.


5. Tidak memaksa anak untuk minta maaf


Sering kali, saat si kecil berbuat kesalahan dan membuat orang tua marah, anak akan 'dipaksa' untuk meminta maaf. Padahal, cara itu tak sepenuhnya benar.


"Permintaan maaf [anak] yang dipaksakan sebenarnya tidak ada artinya," ujar psikolog Emily Guarnotta, menukil Parents.


Orang tua dianjurkan untuk menunggu hingga emosi si kecil stabil. Jika sudah stabil, maka orang tua boleh mulai berbicara pada anak soal kekesalannya.


6. Membahas perbedaan


Bukan rahasia lagi, manusia diciptakan berbeda satu sama lain. Orang tua bertugas untuk mengenalkan perbedaan ini pada anak.


"Ketika seorang anak menyadari adanya perbedaan, seperti ras dan tingkat ekonomi, orang tua dari anak-anak yang baik tidak akan membungkamnya," ujar Guarnotta.


Alih-alih diam atau mengalihkan pembicaraan, mereka akan mengajak si kecil untuk menggunakan kasus yang sedang diamatinya sebagai momen pembelajaran.


Kebiasaan yang harus dihindari


Jika Anda ingin si kecil tumbuh menjadi pribadi yang baik hati, maka hindari beberapa hal berikut.


Pertama, memberi label 'baik' atau 'buruk' pada anak. Label ini akan menjadi bagian dari cara mereka memandang diri sendiri.


"Jika mereka mengadopsi identitas 'anak nakal', maka mereka akan mencari perhatian dengan melakukan perilaku yang tidak diinginkan," ujar Guarnotta.


Sebaliknya, jika mereka sering diberi label 'anak baik', anak akan merasa sangat bersalah dan malu saat melakukan kesalahan. Padahal, kesalahan adalah hal yang wajar.


"Orang tua lebih baik berfokus pada perilaku," tambah Guarnotta. (*)

Komentar

Tampilkan

  • Kebiasaan Orang Tua Ini Bikin Anak Jadi Pribadi yang Baik Hati
  • 0

Terkini

Topik Populer