-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Even Perdana HSF Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya Tak Ternilai, Harus Dilestarikan

Sabtu, 11 April 2026, 01:17 WIB Last Updated 2026-04-10T18:17:25Z

Even Perdana HSF Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya Tak Ternilai, Harus Dilestarikan


Samosir | buser-investigasi.com

Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar even Horja Bius Mangase Taon di Salon Tonga-tonga, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, yang ditandai dengan pemukulan gondang sebagai simbol dimulainya rangkaian acara adat.


Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, pimpinan OPD, Camat Ronggur nihuta serta Ketua LAB Pantas M. Sinaga.


Horja Bius Mangase Taon merupakan Even Perdana Horas Samosir Fiesta (HSF), kegiatan budaya yang diselenggarakan bersama Bius Salaon Sitolu Hae Horbo, dengan menghadirkan berbagai ritual adat yang sarat makna.


Sejumlah rangkaian kegiatan yang ditampilkan di antaranya Tomu-tomu di Toguan Paborhat Boni, Paborhat Pangase, Martulaktulak, Manggalangi Pargoci/Panuturi, Mamona Gondang, Martabat Tabar, hingga talk show bertema “Filosofi Ulos”.


Selain itu, event ini juga diramaikan dengan pagelaran seni budaya oleh pelajar se-Kecamatan Ronggurnihuta, sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.


Ritual Horja Bius Mangase Taon sendiri merupakan tradisi leluhur masyarakat Batak yang dahulu dilakukan untuk mengusir bala atau penyakit, sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat.


Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 10 hingga 11 April 2026, dan turut menampilkan prosesi sakral mangalahat horbo yang menjadi salah satu daya tarik utama.


Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam melestarikan warisan leluhur.


“Budaya merupakan kekayaan yang tidak bisa dinilai dengan apapun. Saya bersyukur masih banyak kelompok seni yang aktif, ini menjadi kebanggaan yang tidak terukur,” ujar Ariston.


Ia berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif, baik bagi generasi muda, pelaku UMKM, maupun promosi budaya Samosir ke tingkat nasional.


“Kita harus melestarikan budaya dengan bahu-membahu. Peran tokoh adat sangat penting untuk mendidik generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai budaya,” katanya.


Ariston juga mendorong pembangunan gedung teater sebagai sarana penampilan seni budaya serta kegiatan lainnya di Samosir.


Ariston berharap  lembaga adat mampu menyatukan seluruh tokoh adat sebagai kekuatan utama dalam menjaga kelestarian budaya. Ia pun berharap event ini dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam memelihara adat serta mendorong terbentuknya desa adat yang kuat, seperti di daerah wisata Bali.


“Perlu kreativitas dan idealisme agar Samosir semakin makmur, sejahtera, dan bersatu menuju arah yang lebih baik,” tutupnya. (Dongan. PS)

Komentar

Tampilkan

  • Even Perdana HSF Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya Tak Ternilai, Harus Dilestarikan
  • 0

Terkini

Topik Populer