![]() |
| Sebut Program Rabu Walk In Interview Gebrakan Yang Manusiawi, Akademisi USU : Solusi Konkret Atasi Ketimpangan Informasi Kerja |
Medan | buser-investigasi.com
Program Rabu Walk-In Interview yang diinisiasi Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan terus menuai respon positif. Inovasi yang rutin digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) ini dinilai bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah terobosan kebijakan yang cerdas, solutif, dan sangat manusiawi bagi warga kota.
Apresiasi tersebut datang dari akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Fernanda Putra Adela. Dosen FISIP USU ini memandang langkah Pemko Medan sebagai jawaban atas masalah klasik di pasar tenaga kerja, yakni ketimpangan informasi atau information asymmetry.
Menurut Dr. Fernanda, selama ini sering terjadi paradoks di mana perusahaan merasa sulit mencari pekerja, sementara angka pengangguran tetap tinggi. Hal ini disebabkan akses lowongan kerja yang seringkali eksklusif pada platform tertentu atau jejaring internal saja.
"Melalui program rutin setiap Rabu ini, Pemko Medan secara efektif menjembatani kesenjangan tersebut. Akses informasi menjadi lebih demokratis dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali," kata Dr. Fernanda.
Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti perubahan gaya birokrasi di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat ini. Program ini dianggap sebagai bukti pergeseran paradigma pelayanan publik dari yang bersifat pasif menjadi proaktif dan inklusif.
"Pemerintah tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang membawa masalah, tapi hadir menjemput bola dengan solusi terstruktur. Masyarakat kini punya kepastian, dan mereka tahu persis kapan dan di mana harus melangkah untuk mencari kerja tanpa perlu menunggu pameran bursa kerja tahunan," tambahnya.
Sebagai masukan konstruktif, Dr. Fernanda mendorong agar program ini terus diperkuat dalam dua aspek utama, pertama variasi sektor yang melibatkan lebih banyak industri agar menyentuh berbagai latar belakang pendidikan. Dan yang kedua, pemerataan wilayah dengan mendukung penuh rencana perluasan ke kawasan Medan Utara dan pinggiran kota agar warga di pelosok merasakan manfaat serupa tanpa terkendala jarak.
Dr. Fernanda meyakini bahwa program "Rabu Walk-In Interview" merupakan inovasi pertama di Indonesia yang dilakukan secara konsisten tiap pekan. Ia berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menciptakan solusi nyata bagi warganya.
"Dengan sinergitas yang baik, birokrasi bisa bergerak cepat. Semoga target penempatan 10.000 tenaga kerja di tahun 2026 tidak hanya tercapai, tetapi bisa terlampaui," pungkasnya optimis. (*)
