![]() |
| Pemilik Nomor WA 0821-7401-5615, Diduga Preman Orang Suruhan UPTD Gepeng Dinsos Sumut Ajak Jumpa Jurnalis |
Binjai | buser-investigasi.com
Diduga preman berkedok pengawas orang suruhan Dinsos Sumut UPTD Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) ajak jumpa Jurnalis di Jalan Perintis Kemerdekaan, No. 4, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Senin (02/02/2026).
"Kami terbuka Bang bagi orag yang punya etika Bang. Datang aja ke kantor Bang, jelaskan maksud dan tujuan apa semuanya jadi enak, udah kurang menarik ku liat.
Kan udah ku bilang sama Abang kalau mau jelas semuanya datang ke kantor, kami welcome. Pengen juga kenalan sama Abang soal nya,"sambung preman berkedok pengawas Via WA dengan nomor 62 821-7401-5615.
Menurut preman berkedok pengwas Dinsos yang menangani gepeng tersebut dalam rekaman video yang telah beredar itu hampir sama dengan IN adalah sosok preman diduga suruhan UPTD gepeng Sumut yang identitasnya tidak mau disebutkan.
Ketika Jurnalis mengonfirmasi kembali, ke nomor WA 0821-7401-5615, yang diduga orang suruhan UPTD tersebut dirinya juga tidak mau menjawab jika dirinya adalah orang suruhan UPTD, bahkan Jurnalis menanyakan kembali siapakan dirinya ia pun menjawab.
"Saya sudah dapat semua kronologinya Bang, jadi saya rasa rekan kita sudah pas melarang masuk menemui pihak UPTD, karna Abang masuk sembarangan, memang terbuka itu portal di pas mau jam pulang kantor dan harus nya Abang tunggu di pos kalau memang Abang ada keperluan ke dalam dan belum ada petugas kita, karna kebetulan pengawas kita lagi ada tamu. Datang aja ke kantor kurang jelas lagi kata" saya ? Semua apa yabg Abang mau dan tanya akan di jawab langsung. Dari saya lihat vidio yang direkam dari pihak kami Abang menganggar kan sabuk itam,"masih sambung pria yang mengaku orang suruhan UPTD gepeng Dinsos Sumut itu Via WA 0821-7401-5615, kepada Jurnalis.
"Abang bilang pula saya orang suruhan KUPTD bagus sekali fitnah Abang.
Udah datang lah ke kantor kalau Abang mau semua yang Abang inginkan di kantor UPTD gepeng Dinsos Sumut. Datang ke kantor sekarang tunjukan id card sama security kita baru tau siapa saya dan semua honor dan pegawai. Kami terbuka bagi orag yang punya etika, kan sudah saya bilang sama Abang walaupun portal terbuka gak bole sembarangan masuk, kami juga punya aturan, masuk dulu bukan ID Card, harus nya kan tunjukan id card dulu baru masuk, itupun kalau diijin kan sama keamanan
kurang jelas saya jawab. Mungkin sudah jelas yang saya sampaikan,"ujar diduga preman berkedok pengawas Via WA diatas.
Dari video beredar prihal dugaan pembungkaman informasi mengenai lahan pertanian dan informasi tentang warga binaan berasal dari Aceh, Dinsos gepeng itu diduga memerintahkan Nomor WA 0821-7401-5615 yang menghubungi salah satu Jurnalis sepertinya dipaksakan, karena beberapa waktu lalu pihak Kasubbag TU gepeng tersebut sempat di konfirmasi jedar tetapi tidak siap beralasan ingin cepat pulang ke Medan.
"Esok hari kita ketemunya ya Bang. Saya hendak buka puasa, esok saya dikantor, maklumin aja disini warga binaan Dinsos,"papar Kasubag UPTD Gelandangan dan Pengemis Dinsos Sumut bermarga Harahap, (29/01/2026).
Tak hanya itu, pihak diduga preman berinisial IN berkedok pengawas melarang Jurnalis untuk konfirmasi dan kordinasi tepat didepan Kasubbag Tata Usaha (TU) dengan nada propokasi melakukan interaksi dengan warga binaan dengan mengatakan siapa yang bodoh dan lebai.
"Jangan lebai, udah kau keluar. kau maju itu mau keluar kalau kau Jurnalis kenapa. Kau macam betul kali, lapor ke Dinas. Sekarang kau tengok aku ngapain, Humas gak ada disini aku sebagai keamanan kau ngapain. Itu yang jawab warga binnan gepeng yang akan menjawab kayaknya mereka lebih pintar,"ujar IN orang suruhan UPTD Dinsos Sumut tersebut menerangkan kepada Jurnalis dihadapan Kasubbag TU Dinsos gepeng Sumut bermarga Harahap itu (29/01/2026).
Praktisi hukum Sumut Andro Oki SH. MH, dalam konfrensi Pers di Fore Coffe Binjai Super Mall, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur Menyayangkan pihak Dinsos Sumut melalui UPTD gepeng Sumut.
"Jurnalis datang ada dasarnya. Kebebasan Pers tidak bisa menghalangi Jurnalis untuk konfirmasi, dalam liputan atas temuan baik itu dilapangan maupun narasumber yang menyampaikan ke Jurnalis, ada apa dengan UPTD gepeng Sumut,"papar Andro Oki SH. MH dalam konfrensi Persnya, Senin (02/02/2026).
Hingga berita ini tayang, pihak KUPTD Sumut belum bisa dikonfirmasi. (Tim)
Teks. Foto: IN Diduga Orang suruhan UPTD gepeng Sumut diabadikan saat halangi tugas Jurnalis beberapa waktu yang lalu. (*)
