![]() |
P-APBD 2026 Tidak Disahkan, KONI Deliserdang Terancam Tak Berangkatkan Atlet ke Porprovsu
LUBUKPAKAM / buser-investigasi.com
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Deliserdang terancam tidak dapat memberangkatkan seluruh atlet dan pelatih untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026. Kondisi ini terjadi setelah anggaran keberangkatan atlet yang direncanakan melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026 tidak disahkannya oleh pimpinan DPRD Deliserdang.
![]() |
Hal itu terungkap saat konferensi pers ini berlangsung di Kantor Koni Deliserdang yang dihadiri para Ketua/Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) ,Jumat (16/10/26) sore.
Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, pengurus KONI Deliserdang berupaya mengumpulkan dana secara swadaya. Dari hasil swadaya pengurus, terkumpul dana sekitar Rp300 juta yang akan digunakan untuk memberangkatkan atlet dan pelatih dari sejumlah cabor.
![]() |
Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Deliserdang, Iwan Nugroho mengatakan, dana tersebut menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan agar atlet Deliserdang tetap memiliki kesempatan berlaga di Porprovsu.
Menurutnya, keterbatasan dana membuat KONI harus melakukan perampingan terhadap jumlah atlet, pelatih, dan cabang olahraga yang diberangkatkan. Selain itu, sejumlah kebutuhan kontingen juga harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Dana yang bisa kami kumpulkan dari partisipasi pengurus KONI sekitar Rp300 juta. Dengan dana ini, kami berharap tetap bisa memberangkatkan atlet dan pelatih, meskipun harus ada pengurangan,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, KONI Deliserdang juga berharap adanya kebijakan khusus dari Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (PB Porprovsu), terkait kewajiban dana partisipasi yang dibebankan kepada KONI Deliserdang.
Iwan menyebutkan, apabila KONI Sumatera Utara menyetujui permohonan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekretariat dan masing-masing cabor untuk menentukan kesiapan keberangkatan kontingen.
Dijelaskannya,dana Rp300 juta yang tersedia hanya difokuskan pada kebutuhan paling mendasar, termasuk keberangkatan atlet dan pelatih, serta perlengkapan kontingen. Sementara itu, kebutuhan akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal perlu disesuaikan dengan kemampuan dana yang ada.
“Kami tetap berupaya memberangkatkan atlet dengan dana yang tersedia. Namun, kalau ada kewajiban tambahan yang tidak bisa kami penuhi, tentu akan semakin berat bagi kami,” paparnya.
Iwan menegaskan, KONI Deliserdang tetap membuka kesempatan bagi cabor yang bersedia mengikuti skema keberangkatan sesuai kemampuan anggaran. Sebaliknya, apabila skema tersebut tidak disepakati, maka yang diberangkatkan adalah cabor yang bersedia.
Sementara itu, Bendahara Umum KONI Deliserdang, Rinaldi Samosir, didampingi Wakil Bendahara Rinaldi Tarigan dan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Samsudin Tarigan mengatakan, persoalan anggaran tersebut berdampak langsung terhadap persiapan atlet yang selama tiga bulan sejak bulan sudah menjalani pemusatan latihan.
Menurut Rinaldi, KONI Deliserdang sebelumnya merencanakan keberangkatan sebanyak 337 atlet dari 28 cabang olahraga. Namun, jumlah tersebut akan dikurangi karena mengandalkan dana swadaya pengurus sebesar Rp300 juta.
“Kalau anggarannya tersedia di APBD, tentu persiapan dan keberangkatan atlet bisa direncanakan sesuai kebutuhan. Sekarang, dengan dana yang hanya Rp300 juta, kami harus melakukan perampingan lagi, baik jumlah atlet, pelatih, maupun cabor yang diberangkatkan,” ungkap Rinaldi.
Ia menyebutkan, para atlet dan pelatih telah menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) selama sekitar tiga bulan sejak bulan Agustus hingga Oktober. Anggaran untuk mendukung kegiatan TC tersebut juga sebelumnya direncanakan melalui APBD 2026.
Kondisi ini, tambahnya, menimbulkan kekecewaan tidak hanya di kalangan Pengurus KONI, tetapi juga pengurus cabor, pelatih, dan terutama para atlet yang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi.
Rinaldi menilai, apabila keberangkatan atlet tidak dapat direalisasikan secara maksimal, dampaknya bukan sekadar pada partisipasi Deliserdang dalam Porprovsu, melainkan juga terhadap peluang atlet melanjutkan persaingan menuju tingkat nasional.
Ia menjelaskan, Porprovsu menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan dan seleksi atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Yang paling kami khawatirkan adalah atlet. Mereka sudah berlatih selama berbulan-bulan, tetapi sekarang keberangkatannya terkendala anggaran. Ini tentu menjadi kekecewaan besar bagi atlet, pelatih, dan cabor,” sebutnya.
Rinaldi juga menambahkan, Pengurus KONI Deliserdang telah berupaya mencari solusi agar kontingen tetap dapat diberangkatkan. Namun, kemampuan pengurus untuk mengumpulkan dana secara swadaya terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk menanggung seluruh kebutuhan keberangkatan seperti yang direncanakan sebelumnya.
Karena itu, pihaknya meminta PB Porprovsu memberikan keringanan dan mempertimbangkan kondisi keuangan KONI Deliserdang, khususnya terkait dana partisipasi yang diminta dalam penyelenggaraan Porprovsu.
“Kami bukan tidak berupaya mencari dana. Pengurus sudah patungan, dan dana yang terkumpul sekitar Rp300 juta. Karena itu, kami memohon kepada PB Porprovsu agar memberikan kemudahan supaya atlet Deliserdang tetap bisa berangkat,” harap Rinaldi.
Kekecewaan yang sama juga diungkapkan para Ketua/pengurus cabor terkait tidak disahkannya P-APBD 2026 yang seyogianya menampung dana atlit, dan pelatih menuju Porprovsu.
"Jangan karena sesuatu hal, pimpinan DPRD Deliserdang memadamkan semangat atlit kita untuk mengukir prestasi. Terus terang kami sangat kecewa, sebab atlit yang berprestasi di Porprovsu akan memperoleh tiket menuju PON," tegas para ketua cabor.(id.28/syaril).
Foto. KONI Deliserdang mengelar rapat dengan pengurus cabor, sekaligus konferensi pers terkait terancamnya keberangkatan atlit Deliserdang menuju Proprovsu, Jumat (16/10/26). Waspada.id/syaril


