![]() |
| Dua Titik Infrastruktur Jadi Sorotan, Jusup Ginting Suka Siapkan Perjuangan Anggaran 2027 |
MEDAN, buser-investigasi.com
Sudah dua dekade warga Gang Tambak, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, harus menghadapi persoalan banjir setiap kali hujan turun. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali berharap adanya pembangunan drainase yang selama ini dinantikan.
Aspirasi itu mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Medan, Jusup Ginting Suka, SE. Tidak hanya mendengarkan keluhan, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi yang disampaikan masyarakat, Sabtu (31/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Jusup mendatangi dua titik lokasi, yakni Gang Tambak di Kelurahan Simalingkar B dan Gang Kubah Farino, Kelurahan Kwala Bekala. Kedua lokasi itu sama-sama membutuhkan perhatian pembangunan infrastruktur.
Di Gang Tambak, persoalan utama yang disampaikan warga adalah buruknya kondisi drainase. St. AP Panjaitan selaku perwakilan masyarakat mengungkapkan, genangan air sudah menjadi persoalan tahunan sejak 2006.
Bahkan, hujan yang turun dalam waktu singkat dapat menyebabkan air menggenangi badan gang hingga selutut orang dewasa.
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada berbagai pihak, mulai dari kepala lingkungan hingga pemerintah kecamatan. Namun, pembangunan drainase yang diharapkan belum juga terealisasi.
"Kami sudah tidak percaya lagi dengan janji-janji. Sejak 2006 sampai 2026, semuanya berjanji akan memperbaiki drainase, tetapi belum juga terealisasi. Harapan kami melalui Pak Jusup Ginting sebagai wakil kami di Dapil 5, permohonan ini bisa benar-benar diwujudkan," ungkap St. AP Panjaitan.
Ia turut menjelaskan bahwa bentuk drainase yang menyerupai kuali atau cekungan membuat air sulit mengalir dan akhirnya mengendap ketika hujan turun.
Menyikapi kondisi tersebut, Jusup menyatakan akan membawa persoalan itu kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.
Ia bahkan menyebutkan akan memperjuangkan agar pembangunan drainase tersebut dapat masuk dalam penganggaran tahun 2027.
"Paling tidak, saya akan perjuangkan agar pembangunan drainase ini dapat dianggarkan melalui RAPBD atau P-APBD Tahun 2027," tegasnya.
Akses ke Taman Cadika Juga Diperjuangkan
Persoalan berbeda ditemukan Jusup ketika melanjutkan peninjauan ke Gang Kubah Farino, Lingkungan 18, Kelurahan Kwala Bekala.
Di kawasan tersebut, masyarakat mengusulkan pembangunan drainase sekaligus jembatan penghubung menuju kawasan Taman Cadika.
Perwakilan warga, Hutahean, menjelaskan bahwa jembatan tersebut diharapkan dapat membuka jalur alternatif bagi masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, akses baru itu diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan Pintu Air IV, terutama di sekitar Yayasan Al-Azhar.
Menurutnya, keberadaan jembatan penghubung akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Mendengar aspirasi itu, Jusup menilai pembangunan drainase perlu menjadi perhatian awal karena kawasan tersebut belum memiliki saluran pembuangan air yang memadai.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan, termasuk apabila nantinya dibutuhkan sebagian tanah warga untuk kepentingan pembangunan drainase.
Hutahean menyatakan kesediaannya apabila sebagian lahannya diperlukan untuk mendukung pembangunan tersebut.
Sementara mengenai jembatan penghubung, Jusup menyatakan akan meneruskan usulan masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan agar dapat dikaji dan diperjuangkan dukungan anggarannya.
Dua lokasi yang dikunjungi tersebut memperlihatkan masih adanya kebutuhan infrastruktur dasar yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Bagi warga Gang Tambak, pembangunan drainase menjadi harapan setelah bertahun-tahun menghadapi banjir. Sementara bagi masyarakat Gang Kubah Farino, akses penghubung menjadi kebutuhan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Jusup berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti pada pertemuan dan peninjauan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pembangunan dan perjuangan anggaran.
(Agung)
