BINJAI — buser-investigasi.com
Keberadaan barak narkoba di kawasan Tanjung Pamah, tepatnya di Jalan Sei Petani, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, kembali menyita perhatian publik. Padahal baru saja digerebek dan dibakar oleh aparat Polda Sumatera Utara (Poldasu), namun barak yang dikenal warga dengan sebutan "Barak Tera" itu dikabarkan sudah beroperasi kembali tak lama kemudian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi barak ini tidak jauh dari bekas Diskotik Marcopolo yang dulunya sudah diratakan tanah oleh Gubernur Sumatera Utara. Kini, di lokasi itu diduga kuat kembali menjadi sarang peredaran narkoba yang beroperasi secara terang-terangan.
Sore Digerebek, Malam Buka Lagi — Warga Semakin Resah
Penggerebekan dilakukan oleh Direktorat II Reserse Narkoba Poldasu pada Senin, 25 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 12 orang yang diduga sebagai pemakai maupun pengedar jaringan narkoba di lokasi itu. Barak tempat transaksi pun sempat dibakar petugas.
Namun kenyataannya sungguh ironis. Seorang warga Binjai, Doni, menyampaikan kekhawatirannya yang mendalam:
"Sore digerebek dan dibakar, malam itu juga mereka sudah buka lagi. Kami warga Binjai sudah sangat resah dan tidak tenang dengan keberadaan barak di Jalan Sei Petani. Di sana bukan saja narkoba, lokasi judi mesin ikan dan judi dadu pun ada dan beroperasi. Kami sangat berharap Poldasu tidak hanya datang sesekali, tapi lakukan patroli dan penindakan rutin agar lokasi itu benar-benar bersih!"
Ada Kendali Oknum?
Yang lebih mengkhawatirkan, dugaan kuat menyebutkan bahwa peredaran narkoba yang terjadi di kawasan Tanjung Pamah ini tidak lepas dari kendali oknum yang menjabat sebagai Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Sumatera Utara. Jika hal ini benar, maka ini adalah indikasi bahwa operasi yang berjalan di balik layar memiliki perlindungan dari pihak-pihak tertentu yang seharusnya menjaga ketertiban masyarakat.
Fenomena "buka kembali dalam hitungan jam" pasca-penggerebekan menunjukkan bahwa pelaku merasa tidak takut terhadap hukum. Seolah-olah mereka memiliki jaminan keamanan yang membuat mereka berani kembali beroperasi secepat itu.
Seruan Warga: Jangan Hanya Datang Saat Ada Aksi!
Warga berharap pihak kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara, tidak sekadar melakukan penggerebekan sesaat lalu pergi, namun memastikan lokasi tersebut benar-benar diawasi secara berkelanjutan. Keberadaan barak narkoba yang terus hidup kembali adalah bukti bahwa penindakan yang dilakukan belum tuntas dan menyentuh akar masalahnya.
Masyarakat menuntut transparansi: siapa sebenarnya yang berdiri di balik operasi ini? Mengapa setelah dibakar, mereka berani membuka lagi dalam waktu yang sangat singkat? Semoga Poldasu dapat menindaklanjuti keluhan warga ini dan membeberkan siapa sosok yang melindungi peredaran narkoba di kawasan Tanjung Pamah ini. (*)
