![]() |
| Ribut Ditodong Senpi, Sekuriti-Jaksa Ujungnya Damai |
MEDAN, buser-investigasi.com
Polisi menyampaikan perkembangan kasus jaksa Enda Permana Mashuri Nasution todong pistol ke sekuriti bernama Ayatullah Komeni, yang terjadi di Amplas Warehouse, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu 15 Maret lalu.
"Sudah berdamai, RJ," kata Kombes Ferry Walintukan, Senin (28/9).
Terpisah Kasubdit I Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum mengatakan, meski sudah berdamai perkara belum dihentikan. Ia menyebut, proses penghentian penyidikan, juga pencabutan laporan masih berproses.
"Masih berproses," katanya.
Sebelumnya, seorang laki-laki bekerja sebagai sekuriti bernama Ayatullah Komeni melapor ke Polda Sumut usai diduga diancam menggunakan senjata api oleh seseorang jaksa.
Pengancaman terjadi di Amplas Warehouse, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu 15 Maret lalu.
Karena tak terima diancam, dan ketakutan, korban membuat laporan ke Polda Sumut dengan bukti laporan STTLP/B/443/III/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
Korban mengatakan, saat itu jaksa datang menyusul kekasihnya yang merupakan seorang dokter mencari rekan korban, bernama Tri Arianta Ginting.
Tri, merupakan Abang kandung dari dokter, yang diduga kekasih dari jaksa.
Begitu datang mengendarai kereta, terduga pelaku masuk ke pagar area gudang, langsung mengeluarkan senjata sambil menyuruh korban memanggil Tri Arianta Ginting.
Bahkan, jaksa tersebut diduga menodongkan pistol ke arah korban hingga ketakutan. "Si Enda masuk ke pagar langsung buka senjata, minta dipanggilkan bang Tile alias Tri Arianta Ginting, pakai senjata api. Sempat diarahkan ke saya,"kata Ayatullah Komeni.
Identitas Enda Permana Mashuri Nasution, jaksa terduga penodong senjata api ke sekuriti di Medan bernama Ayatullah Komeni, perlahan-lahan mulai terungkap.
Kuasa hukum korban, Risnawati Nasution mengatakan, Permana Mashuri Nasution ternyata anak mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mandailing Natal, Eddy Mashuri Nasution.
Selain pernah menjabat sebagai kepala BNNK Madina, ayah jaksa tersebut juga diduga pernah menjabat sebagai kepala BNNK Tanjung Balai.
Namun informasi yang didapat Risna, ayahnya dikabarkan masuk masa pensiun dengan pangkat terakhir Komisaris Besar (Kombes).
Menurutnya, karena ayahnya perwira Polisi, sehingga Permana Mashuri Nasution, yang bertugas di Kejari Labuhanbatu Selatan (Labusel) dua kali mangkir dari panggilan klarifikasi penyidik. "Informasinya ayahnya Kepala BNN Mandailing Natal (purna) Polisi berpangkat Kombes,"kata Risnawati Nasution, Rabu (15/4).(trn)
