-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Pasien Tewas Usai Disuntik, Keluarga Minta Investigasi

Selasa, 15 September 2026, 00:49 WIB Last Updated 2026-09-14T17:49:12Z

Pasien Tewas Usai Disuntik, Keluarga Minta Investigasi

SIANTAR, buser-investigasi.com

Duka mendalam dirasakan keluarga Hotnida Simanjuntak setelah perempuan tersebut meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan CT scan di RS Efarina Etaham Pematangsiantar, Sabtu (15/8).


Keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima Hotnida sebelum meninggal. Mereka meminta pihak berwenang mengusut kejadian tersebut untuk mengetahui penyebab pasti kematian dan memastikan apakah terdapat prosedur medis yang tidak sesuai.


Anak Hotnida, Mario Sirait, mengatakan ibunya memang memiliki riwayat stroke ringan. Namun, menurut dia, sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi ibunya masih relatif baik, sadar, dapat berjalan sendiri dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.


Hotnida sendiri dikenal aktif di tengah masyarakat. Ia tercatat sebagai Ketua Resor KBPP Polri Pematangsiantar.


“Kami memang ke IGD cuma mau cek kepala CT scan. Dari awal di resepsionis, kami sudah bilang ibu punya riwayat stroke ringan tapi masih bisa jalan dan bekerja,” ujar Mario kepada MISTAR, Senin (14/9/2026).


Begitu di IGD, semuanya berjalan normal. Pemeriksaan vital, tensi, jantung, semua oke. Perawat sempat pasang infus, tapi tidak ada pemeriksaan darah laboratorium.


"Waktu dokter jaga tanya soal riwayat medis, saya bilang ibu dulu pernah berobat ke dokter saraf 2025. Saya juga jelasin, ibu agak susah kalau ngomong dan tangan kanan susah digerakkan karena strok. Tapi tubuh dan matanya masih responsif," kenang Mario.


Setelah itu, dokter IGD langsung mengarahkan ke ruang Radiologi buat CT scan. Masalah mulai muncul saat proses CT scan. Pengambilan gambar pertama dan kedua gagal, karena ibunya masih bergerak.


"Petugas bilang fotonya ulang lagi. Nggak lama perawat IGD masuk, katanya atas perintah dokter, ibu harus disuntik penenang bius supaya nggak bergerak," ujar Mario.


Merasa tidak nyaman, Mario menolak. Dia takut karena riwayat stroke apalagi tidak ada penjelasan, edukasi, atau lembar persetujuan yang bisa keluarga tanda tangan. "Saya bilang ke perawat, jangan dibius, ibu punya riwayat stroke. Tapi dokter IGD yang ikut ke ruang CT scan malah meyakinkan, katanya aman. Karena dijamin dokternya aman, suntikan tetap diberikan lewat infus," ucap Mario.


Setelah beberapa detik setelah obat masuk, Hotnida langsung muntah hebat dan kejang di depan Mario dan ayahnya. "Seketika disuntik ibu langsung muntah-muntah, kejang. Saya panik tanya ke dokter dan perawat, mereka cuma jawab santai, katanya cuma reaksi obat biasa," kata Mario.


Keluarga benar-benar panik di ruangan CT scan. Mario dan ayahnya berteriak minta bantuan alat emergency. "Jeritan saya memenuhi ruangan. Saya minta oksigen atau penanganan cepat, tapi tenaga medis di situ cuma diam, lihat ibu saya kejang," ucap Mario.(mis)

Komentar

Tampilkan

  • Pasien Tewas Usai Disuntik, Keluarga Minta Investigasi
  • 0

Terkini

Topik Populer