![]() |
| Gerak Cepat Rico Waas di Medan Labuhan: Dari Penanganan Banjir, Beton Jalan Utama, Perbaikan LPJU, hingga Layanan Adminduk |
Medan | buser-investigasi.com
Permasalahan banjir dan infrastruktur khususnya jalan rusak menjadi keluhan warga yang disampaikan langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam program sapa warga yang digelar di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (4/7/26).
Tidak hanya mendengarkan keluhan warga, Rico Waas yang hadir didampingi sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan ini langsung memberikan solusi untuk masalah yang terjadi bahkan perbaikan infrastruktur jalan dan penanganan banjir di wilayah tersebut akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.
Keluhan disampaikan, Hera Sianturi, warga Kelurahan Besar. Dirinya tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya mengenai bencana banjir yang masih kerap melanda kompleks tempat tinggal mereka. Ia menggambarkan bagaimana kondisi banjir menahun ini sangat menyengat batin, terutama saat melihat warga lanjut usia dan para janda yang kondisi rumahnya masih rendah harus bersusah payah menghadapi air yang meluap
"Kami yang masih muda dan kuat saja merasa letih dan lelah menghadapi banjir yang datang berkali-kali ini, apalagi orang tua kami dan para janda di sini," ujar Hera
Menurut Hera, salah satu pemicu utama banjir di kawasan tersebut adalah adanya kerusakan pada benteng atau tanggul di area sekitar kompleks. Struktur wilayah mereka yang menyerupai 'kuali' membuat air dengan cepat tertampung dan merendam pemukiman warga. Sebagai solusi, ia mengusulkan pembangunan benteng pembatas yang kokoh di sekeliling kompleks guna menghalau luapan air.
Dijelaskan Rico Waas, dirinya komitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir kronis yang kerap merendam kawasan kompleks BTN di Medan Labuhan. Menurutnya perbaikan tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Oleh karena itu Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) diminta untuk segera mematangkan cetak biru pembenahan infrastruktur dalam skala besar.
"Kalau mau kita kerja, kita kerja jangan tanggung-tanggung. Kalau tanggung-tanggung, ya sampai kapan pun kita gini terus. Saya bilang ke SDABMBK coba benahi dan tolong laporkan ke saya berapa pembiayaannya," tegas Rico Waas disambut antusias oleh warga setempat.
Menurut Rico Waas, kondisi geografis Kompleks BTN saat ini sudah sangat kompleks dan perlahan beralih menyerupai rawa. Hal ini terlihat dari indikator air pembuangan di sekitar pemukiman dan tempat ibadah yang sudah menggenang konstan, berlumut, hingga berwarna hijau pekat.
Oleh karena itu, selain pembenahan fisik yang membutuhkan anggaran besar secara bertahap, ia juga meminta pihak Kecamatan untuk segera melakukan pendataan elevasi (ketinggian) seluruh rumah warga sebelum opsi peninggian jalan sekunder dieksekusi.
"Terkait keluhan jalan rusak akibat genangan, saat ini proses tender telah berjalan. Dalam waktu dekat, material akan diuji coba untuk langsung mengeblog beton jalan utama dari ujung depan hingga ke area masjid", jelas Rico Waas.
Selain penanganan banjir dan perbaikan jalan rusak, Rico Waas juga menanggapi keluhan warga terkait LPJU mati yang dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya tindakan kriminal seperti begal.
Seperti yang disampaikan Titi, warga Medan Labuhan. Menurutnya lampu jalan diwilayah tempat tinggalnya banyak yang mati bahkan tidak ada lampunya karena dicuri. Warga merasa khawatir jika tidak ada lampu apalagi jika beraktifitas di malam hari.
"Saya minta Kadis Perhubungan segera perbaiki lampu jalan yang mati atau rusak. Bahkan untuk keluhan tiang listrik yang sudah tidak layak segera koordinasikan ke PLN untuk segera diganti", tegas Rico Waas.
Selanjutnya, Sipahutar warga Medan Labuhan, mengeluhkan jarak yang cukup jauh jika warga disini akan mengurus Adminduk. Untuk itu dirinya berharap akan ada Mal Pelayanan Publik di wilayah ini agar mempermudah warga.
"Kami juga meminta bantuan kepada bapak Wali Kota Medan untuk dapat membantu warga dalam hal lapangan pekerjaan. Karena kita ketahui disini banyak pabrik dan warga disini khusus generasi muda kesulitan mencari pekerjaan", ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyampaikan dimasa kepemimpinannya, pengurusan Adminduk khususnya Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah dapat dilakukan di kantor Kecamatan masing-masing.
"Pengurusan KK dan KTP saat ini dapat dilakukan di Kecamatan masing-masing. Tahun ini insyaallah seluruh kecamatan bisa menerapkannya. Selain itu, Pemko Medan juga akan kembali menggelar MPP Road show agar mempermudah warga. Terkait lapangan pekerjaan, Disnaker akan membantu warga untuk mendapatkan pekerjaan, atau warga dapat langsung datang ke MPP untuk Interview langsung melalui Program RW", jelas Rico Waas.
Diakhir pertemuan tersebut, Rico Waas menyampaikan semua keluhan yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti dengan baik dan dicari solusinya. Rico Waas pun berencana untuk lebih sering turun langsung ke lapangan guna meninjau situasi dan memastikan proses pembenahan berjalan dengan baik.
"Kondisi Medan Labuhan tepatnya di Komplek BTN ini menjadi atensi penting bagi saya. Mudah-mudahan bisa kita benahi sama-sama, insyaallah,"pungkas Rico Waas. (*)
