-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Perkuat Tata Kelola BUMD, Pemko Medan Gelar Capacity Building bagi Direksi PUD

Kamis, 18 Juni 2026, 17:35 WIB Last Updated 2026-06-18T16:57:21Z

Perkuat Tata Kelola BUMD, Pemko Medan Gelar Capacity Building bagi Direksi PUD


Medan | buser-investigasi.com

Pemko Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan profesionalisme Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kegiatan Capacity Building Peningkatan Pemahaman dan Kemampuan Direksi dalam Mengelola Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan.


Kegiatan yang diinisiasi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Medan ini dibuka oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Kamis (18/6/26). Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial dalam mengelola perusahaan daerah secara profesional dan berdaya saing.


Dalam sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan Citra Effendi Capah, ditegaskan bahwa PUD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat perekonomian lokal.


Menurut Rico Waas, tantangan zaman menuntut perusahaan daerah untuk tidak lagi dikelola dengan pola konvensional, tetapi harus mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis yang sehat, adaptif, dan kompetitif.


“PUD tidak hanya dituntut mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, tetapi juga harus dikelola secara profesional, sehat, mandiri, dan memiliki daya saing,” ujar Citra Effendi Capah.


Ditambahkan Capah, pengelolaan Perusahaan Umum Daerah membutuhkan keseimbangan yang cermat antara fungsi sosial sebagai penyedia layanan publik dan fungsi bisnis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.


"Melalui momentum Capacity Building ini, Pemko Medan berharap para direksi dapat semakin memahami strategi pengelolaan perusahaan modern yang berorientasi pada kinerja, inovasi, dan keberlanjutan", jelasnya 


Menurut Citra Effendi Capah, Fokus utama yang harus menjadi perhatian jajaran direksi PUD yakni pertama, penerapan Good Corporate Governance (GCG) dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran dalam tata kelola perusahaan.


Kemudian, lanjut Capah, penguatan inovasi bisnis melalui strategi pengembangan yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.


"Ketiga, peningkatan manajemen risiko dan pengelolaan keuangan, termasuk penguatan sistem pengendalian internal agar perusahaan mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis secara efektif dan pembentukan kepemimpinan transformatif, yakni kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan positif, membangun budaya kerja yang produktif, serta mendorong peningkatan kinerja organisasi", sebut Capah.


Pemko Medan berharap kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh direksi Perumda untuk memperkuat kapasitas dan visi kepemimpinan, sehingga BUMD Kota Medan dapat tumbuh lebih sehat, profesional, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.


Sebelumnya Kabag Perekonomian Setda kota Medan, Reza Hanafi, dalam laporannya menyampaikan pertemuan ini merupakan komitmen konkret Pemko Medan untuk mentransformasi tata kelola perusahaan ke arah yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel. 


“Kegiatan Capacity Building ini kami laksanakan sebagai langkah nyata Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan kapasitas pengelola BUMD. Tujuannya agar seluruh direksi mampu mengelola perusahaan secara profesional, efektif, efisien, serta akuntabel sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ujar Reza Hanafi.


Acara yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Direksi Perusahaan Umum Daerah Kota Medan Dalam Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan Yang Profesional, Sehat dan Berdaya Saing” ini diikuti oleh sedikitnya 50 peserta. Unsur peserta terdiri dari jajaran Direksi PUD Kota Medan, para Kepala Bagian, Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI), Dewan Pengawas PUD, hingga perwakilan Perangkat Daerah terkait yang membidangi pembinaan dan pengawasan.


Selanjutnya Pertemuan yang dipandu oleh dosen FEB UMSU Ade Gunawan selaku moderator ini menghadirkan dua pakar sebagai narasumber, yakni Auditor Ahli Madya Perwakilan BPKP Sumut Tumpak Pasaribu, dan Direktur Utama PT KIM Daly Mulyana.


Dalam paparannya, Tumpak Pasaribu menekankan pentingnya penetapan target terukur melalui Key Performance Indicator (KPI) Korporasi dan KPI individu bagi masing-masing direksi.


"Pengembangan SDM, penguatan manajemen risiko, serta pengendalian intern yang ketat akan menjadi fondasi utama. Jika ini berjalan, peningkatan kinerja perusahaan dan optimalisasi pelayanan publik akan otomatis tercapai, yang berujung pada naiknya kontribusi PAD," jelas Tumpak.


Sementara itu, Dirut PT KIM Daly Mulyana menyoroti pentingnya penerapan lima prinsip utama tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.


"Untuk menciptakan sistem tata kelola yang bersih dan sehat, syarat mutlaknya adalah tidak boleh ada konflik kepentingan. Menjalankan roda perusahaan dengan integritas tinggi dan meninggalkan legacy (warisan kepemimpinan) yang bagus jauh lebih penting untuk masa depan daerah. Kami juga sangat berharap bisa membangun sinergi strategis dengan PUD di Kota Medan ke depan," pungkas Daly. (*)

Komentar

Tampilkan

  • Perkuat Tata Kelola BUMD, Pemko Medan Gelar Capacity Building bagi Direksi PUD
  • 0

Terkini

Topik Populer