![]() |
| Polrestabes Medan Gagalkan Penyelundupan 52 Kg Sabu Asal Thailand di Aceh Utara |
MEDAN | buser-investigasi.com
Satres Narkoba Polrestabes Medan mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional dengan menyita 52 kilogram sabu asal Thailand. Barang haram tersebut masuk melalui jalur laut dan bersandar di kawasan wisata Pantai Lau Pau, Aceh Utara.
Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan awal terhadap tersangka MF di Jalan Setiabudi, Medan, pada Kamis (29/1/2026) dengan barang bukti awal 2 kilogram sabu.
“Dari hasil pengembangan awal 2 kg sabu di Jalan Setiabudi dengan tersangka MF, kami kemudian berhasil mengamankan tambahan 50 kg sabu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, tim melakukan pengejaran dari Medan menuju Aceh Utara dan melakukan penyelidikan selama hampir tiga hari empat malam. Lokasi pendaratan sabu tersebut, menurutnya, cukup mengejutkan karena berada di kawasan wisata yang kerap dikunjungi masyarakat.
“Pantai Lau Pau yang merupakan tempat wisata dan rekreasi justru digunakan sebagai lokasi bersandarnya 50 kg sabu ini,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut dipastikan berasal langsung dari Thailand, terlihat dari kemasan karung yang digunakan para kurir saat turun dari kapal.
Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap dua kurir yang masing-masing membawa satu karung sabu saat baru turun dari kapal di kawasan pantai tersebut.
“Kedua tersangka kami tangkap sesaat setelah turun dari kapal dan memikul dua karung tersebut. Masing-masing membawa satu karung,” ungkapnya.
Rafli menyebut, kedua kurir mengaku telah tiga kali melakukan pengiriman sabu melalui jalur yang sama. Mereka tergiur iming-iming upah besar dari jaringan bandar.
“Menurut pengakuan tersangka, hanya untuk membawa barang dari laut ke darat mereka diiming-imingi upah hingga Rp600 juta,” jelasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu bandar besar berinisial D yang diduga berada di wilayah Aceh.
“Tim masih bergerak di lapangan. Pengembangan terus dilakukan untuk mengungkap bandar besarnya,” ujarnya. (*)
