![]() |
| Gubernur Bobby Pastikan Pengerjaan RSUD Pratama Nias Barat Tuntas |
NIAS BARAT | buser-investigasi.com
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Nias Barat tidak mangkrak dan tetap berjalan sesuai tahapan. Hal tersebut disampaikan Bobby usai meninjau langsung progres pembangunan RSUD Pratama di Kabupaten Nias Barat.
Menurut Bobby, keterlambatan penyelesaian proyek semata-mata dipengaruhi kondisi bencana yang terjadi pada akhir November hingga Desember 2025, yang berdampak besar terhadap distribusi logistik ke Kepulauan Nias.
“Murni karena bencana di akhir November dan Desember. Saat itu jangankan material bangunan, bahan pangan saja sangat sulit masuk ke Nias. Harga-harga pangan naik, apalagi material bangunan. Yang kami prioritaskan saat kondisi mulai normal adalah bahan pangan terlebih dahulu,” ujar Bobby.
Setelah kebutuhan pangan terpenuhi dan distribusi kembali stabil, barulah pengiriman material konstruksi dilakukan secara bertahap. Bobby memastikan tambahan pekerjaan yang telah diadendum kini dikejar agar segera rampung.
Ia juga meluruskan isu proyek mangkrak yang sempat beredar. Menurutnya, proyek tidak bisa disebut mangkrak selama proses pembangunan masih berjalan.
“Kalau sudah selesai dibangun tapi tidak digunakan dan ditinggal, itu baru kategori mangkrak. Ini masih dikerjakan, masih ada aktivitas pembangunan. Jadi tidak benar kalau disebut mangkrak,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Bobby menekankan bahwa operasional rumah sakit tidak hanya bergantung pada bangunan dan kelengkapan alat kesehatan (alkes), tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga dokter.
“Rumah sakit besar, alkes lengkap, tapi kalau dokternya tidak ada, tidak akan berfungsi maksimal. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan Bupati terkait pemenuhan SDM,” katanya.
Saat ini, terdapat lima dokter penugasan dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk Nias Barat, serta dua dokter mandiri yang sedang menempuh pendidikan lanjutan. Pemprov Sumut juga menyiapkan skema jangka menengah dan panjang untuk memastikan ketersediaan tenaga medis secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby kembali menyoroti kebutuhan besar pembangunan infrastruktur di Kepulauan Nias yang diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki dan membangun jalan serta sarana penunjang layanan publik.
“Sejak awal saya sampaikan, kebutuhan infrastruktur di Kepulauan Nias mencapai Rp1,6 triliun. Tahun ini sudah kita alokasikan secara bertahap ke kabupaten/kota,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur diprioritaskan pada akses yang menunjang layanan masyarakat seperti rumah sakit, pertumbuhan ekonomi, dan pariwisata.
“Kalau menunjang layanan kesehatan, ekonomi, dan pariwisata, itu kita dahulukan. Itu yang menjadi prioritas,” kata Bobby.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan RSUD Pratama Nias Barat sekaligus memastikan infrastruktur pendukungnya terpenuhi, agar pelayanan kesehatan masyarakat di Kepulauan Nias dapat berjalan optimal. (*)
.jpeg)