![]() |
| Yayasan Sarian Abdul Muis sekaligus Paud/Tk Ummi Putri yang berada di Jalan lapangan II Gg Mangun Dusun VII Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Seiuan Tuan Kabupaten Deliserdang, |
Tembung | buser-investigasi.com
Ada-ada saja ulah tetangga jaman sekarang, tak senang melihat Jiran tetangga terlihat sukses segala daya dan upaya untuk menjatuhkan pun dihalalkan dengan segala cara, bahkan menggiring opini yang meyesatkan dengan tetangga lainnya untuk memfitnah korban yang dituju, mirisnya lagi mengenai dunia pendidikan yang dimana pemerintah menggalakkan untuk menuju generasi emas.
kejadian ini dialami salah satu Yayasan Sarian Abdul Muis sekaligus Paud/Tk Ummi Putri yang berada di Jalan lapangan II Gg Mangun Dusun VII Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Seiuan Tuan Kabupaten Deliserdang, Ummi Putri selaku pemilik yayasan/Paud/TK sering mengalami fitnah Dajjal Bahakan pernah sempat Dapat pengancaman pembunuhan oleh tetangga yang berinisial DP berapa tahun yang lalu.
DP diketahui menjadi dalang provokasi untuk memfitnah Ummi Putri yang dialami bertahun-tahun, dari menghasut warga untuk mendemo yayasan TK milik Ummi Fitri, bahkan para orang tua wali murid pun tak luput dari amukan DP saat mengantarkan anak-anaknya bersekolah.
"Kadang wali murid setiap mengantar anak anak sekolah, di ejek ejek sama si DP, melarang mereka untuk melintas di jalan apalagi sampai parkir di depan rumahnya si DP, lucu kan macam kita tempat sekolah teroris aja mengajarkan kesesatan anak-anak generasi kita",ujar Ummi Putri kepada wartawan buser-investigasi.com, Rabu (31/12).
lanjutnya, si DP itu terus memfitnah kami dengan warga setempat untuk melarang anak-anak dusun kami untuk tidak bersekolah atau mengaji ditempat saya, bahkan secara terang-terangan menyarang mengenai tentang pribadi saya, di fitnah terus warga-warga itu.
"Ini jelas 'pembunuhan' karakter bagi diri saya, bukan hal perbuatan tidak menyenangkan saja yang saya alami, tetapi juga menyerang secara brutal, seperti orang tidak waras, ada saja yang di provokasinya," ucap Ummi Putri.
Ironisnya lagi, Kepala Dusun (Kadus) VII Mrs sosok seorang pemimpin dan jembatan antara pemerintah dengan masyarakat Mala terprovokasi oleh si DP, alih-alih bisa menengahi, ini Mala ikut-ikutan untuk menyuruh saya pindah Rumah (yayasan/Paud/TK), apa tidak heran kita jadinya kan, ini Kadus tidak mendukung Pendidikan untuk generasi penerus anak bangsa atau gimana,? lagian juga kan kalau mengenai masalah sond (pengeras suara) itu kan memang hal yang lumrah setingkat sekolah PAUD/TK yang dimana beberapa menit sebelum pulang anak-anak didik tersebut membacakan doa ayat-ayat pendek sembari untuk penghafalan mereka juga, ini koq Mala dilarang dengan alasan warga terganggu, katanya!
"Sebenarnya yang setan ini sekarang siapa? kita sebagai orang tua seharusnya bangga disaat kita mendengar anak-anak kita bisa membaca atau mengaji, ini koq Mala kata Kadus itu saya yang selalu membuat onar?, bukannya bisa ngasi solusi, ehh.. Mala nyuruh-nyuruh kami pindah pula, emang apa Hak nya Kadus itu nyuruh-nyuruh kami pindah?! rumah-rumah kami juga koq, bukannya kami nyewa. tapi sukur la juga gak nyewa, kalau sempat kami nyewa mau la juga di hasut-hasut si DP tu lagi yang punya rumah itu, sebab beberapa kali kami menyewa lahan untuk tempat parkir, pun begitu juga, di hasut-hasut nya yang punya lahan itu untuk tidak menyewakan kepada kami.sudah beberapa kali itu kami alami soalnya," ujarnya lirih.
Sempat la terjadi perdamaian ditengahi oleh kepala Desa Bandar Setia yang dihadiri beberapa saksi serta kantibmas dan Babinsa diaula kantor desa, kendati pun tak membuat si DP itu merasa menyesali perbuatannya, buktinya sampai sekarang dianya terus melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada kami, mulai dari mencela, berkata kotor dan menghina dan lainnya.
Memang tidak ada etikad baik sepertinya si DP itu, buktinya waktu dijumpakan (didamaikan) di kantor kepala Desa aja dia tidak mau datang, dengan hasil di surat perjanjian tersebut tandatangan nya pun diwakili.
"Gak ada pengaruhnya surat perdamaian yang dibuat kemarin itu sepertinya, buktinya aja sampai sekarang, si DP itu Masi juga terus menyerang kami, sakit kali hati ini kadang melihat atau mendengarnya, takutnya nanti telawan sama awak, berdosa juga awak nantinya," ketusnya.
Nanti kalau awak bilang (Lapor) lagi sama kepala Desa, si Kadusnya pula yang komplin, 'ngapailah ngadu-ngadu sama kepala Desa, urusan sepele nya ini, urusan kecil,' ucapnya menirukan perkataan Kadus Mrs. Tapi di biarin pun makin menjadi-jadi orang tu menyerang saya, malahan pun si Kadus mulai ikut-ikutan untuk mengintimidasi kami, untuk menyuruh kami pindah rumah.
"Kami berharap kepada Bapak kepala Desa Bandar Setia Bapak Sugiato untuk menyelesaikan masalah yang sedang kami hadapi ini, kami bermohon dengan sangat, kami yang terzolimi ini tak tau lagi mau berbuat apa, sekali ini tolong pak jumpakan (damaikan) kami dengan otak pelaku provokator DP, beri sangsi yang tegas kepadanya jika hinaan,cacian dan sejenisnya jika terus diulanginya, dan untuk Kadus, mohon di Evaluasi lagi kinerjanya pak kerena selama ini, yang banyak bekerja (berperan) itu RT nya pak bukan kepala Dusun nya. (Tim)
