![]() |
| Saat dirumah duka |
MEDAN | buser-investigasi.com
IDENTITAS mayat wanita tanpa busana yang terbungkus goni 'sujud' di pohon bambu pinggir Sungai, Jalan Kerang, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, akhirnya terungkap. Ternyata mayat wanita itu bernama, Syafitri (33) penderita disabilitas, warga Jalan Medan Area Selatan, Gang Akusdi, Lingkungan III, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area.
Ditemui di rumah duka, Sri (53) tante dari Fitri mengetahui keponakannya ditemukan tak bernyawa setelah melihat pemberitaan mayat wanita dalam karung yang viral di media sosial.
"Kami dapatkan kabar itu hari Selasa, waktu lagi viral itu kami tau bahwa itu ponakan kami yang meninggal," kata Sri ke wartawan yang ditemui di rumah duka, Kamis (24/11).
Begitu tahu jasad tersebut adalah Fitri, Sri langsung bergegas menuju ke rumah korban untuk menemui ibu kandung korban Rumiana (55). "Katanya, dia (Fitri) dibawa sempat hilang, mamaknya nggak ada koordinasi sama kami," sebutnya.
Sri menuturkan, korban memang kesehariannya mengalami disabilitas. Ia pun tidak menyangka korban dibunuh dengan cara yang tragis.
"Dia disabilitas. Kok tega kali lah yang bunuh dia itu. Dia suka minta-minta memang, mainnya juga cuma di sini-sini aja," ujarnya.
Sri mengakui pihak keluarga juga telah mendapatkan kabar bahwa pelaku sudah diamankan oleh polisi. "Belum pasti, masih dikembangkan. Jadi kita masih simpang siur," ucapnya.
Ia juga menceritakan bahwa, menurut keterangan saksi-saksi korban sempat dibonceng menggunakan sepeda motor oleh seorang pria.
"Ada yang melihat dia (Fitri) di bonceng, tapi belum tau siapa yang bonceng ini. Pelakunya masih nggak ngaku kata polisi," katanya.
Amatan wartawan di rumah duka, satu persatu warga ataupun kerabat telah datang memadati halaman kediaman korban. Tampak, beberapa orang warga juga telah mempersiapkan keranda mayat untuk nantinya membawa jenazah korban.
Saat ini, jenazah korban masih di rumah sakit Bhayangkara Medan dan rencananya akan dikembalikan ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (22/11) siang warga Jalan Kerang, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, mendadak geger. Itu terjadi setelah ditemukan sesosok mayat wanita terbungkus goni sangkut di pohon bambu pinggir sungai.
Kata warga, mayat wanita itu ditemukan dalam kondisi kepala hingga badan tertutup karung.
Karung itu nampak seperti diikat dari bagian kanan kirinya yang dirobek menyerupai tali lalu diikat erat hingga menutupi kepala. Sementara kaki mayat dengan posisi seperti ditekuk.
Berdasarkan penuturan warga, pada bagian dada korban seperti ada luka tusuk.
"Posisi mayat dalam keadaan sujud seperti orang sholat, kepala tertutup karung kaki nya enggak. Kakinya keluar, pas kaya orang sujud gitu," kata Hendra di lokasi, Selasa (22/11).
Pelaku Diduga Pria Berjenggot & Pakai Lobe
Polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa pelaku yang tega membunuh Syafitri, wanita penderita Disabilitas yang tinggal di Jalan Medan Area Selatan. Dugaan sementara, pelaku seorang pria berjenggot dan mengenakan lobe. Bahkan, pihak Polsek Patumbak kabarnya telah mengamankan pria terduga pelaku itu.
Menurut informasi pelaku ditangkap di Tembung, Kecamatan Percut Seituan pada Rabu (23/11) malam.
Junaidi, warga Tembung mengatakan sempat melihat Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago bersama sejumlah Polisi berseragam preman membawa seseorang dari sebuah rumah.
"Ada semalam yang dibawa sama Polisi. Yang saya kenal cuma Kapolsek Patumbak, pak Faidir," kata Junaidi, Kamis (24/11).
Terpisah, Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago belum mau berkomentar soal kabar telah menangkap terduga pelaku pembunuhan Fitri di wilayah Percut Sei Tuan itu. Dia mengaku memang sedang memeriksa sejumlah saksi. "Kalau diperiksa memang ada,"katanya singkat.
Berdasarkan keterangan Kompol Faidir sebelumnya, pihaknya memang sudah mengidentifikasi terduga pelaku pembunuh Fitri. Korban sempat dibawa oleh seorang pria mengendarai sepeda motor. Pria itu dengan ciri-ciri berjenggot dan memakai lobe.
Meski demikian Polisi belum memastikan apakah itu pelaku pembunuhan Fitri. Namun sejauh ini Fitri terakhir kali terlihat dibawa oleh pria itu.
"Rupanya ada yang melihat dia dibawa pergi naik sepeda motor. Ciri-cirinya sudah diketahui, kita masih menyelidiki. Ciri-cirinya yang membawa berjenggot, pakai lobe," kata Kompol Faidir Chaniago.
Sebelum hilang, korban bersama ibunya berada di Yanglim Plaza Medan diduga mengemis. Selama ini korban diduga mengalami gangguan kejiwaan. Kemudian saat ibunya pergi ke kamar mandi Fitri dititipkan ke kakeknya yang ada disitu.
Namun sekembalinya sang ibu Fitri sudah tak ada dan diduga dibawa pergi pria yang disebut ciri-cirinya. Pascahilang ibu korban juga sudah melapor ke Polsek Medan Area.
"Dia dititipkan sama kakeknya di depan Yang lim, ibunya buang air kecil. Kakeknya pun sudah tua rupanya ada yang melihat dia dibawa, pergi naik sepeda motor,"ucapnya.
Faidir mengatakan jenazah Fitri baru akan diautopsi Kamis hari ini karena pihaknya baru menemukan keluarganya. Setelah diautopsi barulah bisa disimpulkan apa saja yang dialami korban, termasuk dugaan pemerkosaan hingga kekerasan lainnya. (*/ok)

.jpg)