TAPSEL | buser-investigasi.com
SEKELOMPOK pelajar yang mengenakan seragam Pramuka terekam kamera menendang nenek-nenek hingga tersungkur. Informasi dihimpun, aksi biadab yang dilakukan para pelajar itu terjadi di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam rekaman video yang diunggah akun Facebook Cantikhrp Harahap, tampak segerombolan pelajar yang berkisar delapan hingga sembilan orang itu awalnya konvoi mengendarai sepeda motor.
Lalu, gerombolan pelajar ini tampak menghampiri seorang nenek yang kala itu sedang berjalan seorang diri. Kemudian, para pelajar ini terlihat berbincang dengan nenek tersebut.
Tak lama, seorang pelajar turun dari atas sepeda motor jenis Honda Vario menghampiri si nenek.
Seorang pelajar itu pun langsung menendang korban, hingga tersungkur. Spontan, nenek tersebut langsung histeris dan meminta pertolongan. "Tolong, tolong, tolong," jeritan nenek.
Kemudian, nenek ini pun langsung berlari, sementara para pelajar ini dengan cerianya meninggalkan korban dipinggir jalan.
Informasi yang diperoleh, peristiwa tidak berakhlak itu terjadi di kawasan Panompuan, Tapanuli Selatan. Kejadian ini pun menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. "Ini lagi @DivHumas_Polri, motornya T 3350 BK," tulis Mahfud dalam cuitannya.
6 Pelajar Diamankan Polisi
SETELAH viral di media sosial, polisi langsung bergerak cepat. Akhirnya 6 pelajar berpakaian pramuka yang diduga menendang nenek-nenek di kawasan Jalan Panompuan, Tapanuli Selatan, berhasil diamankan.
Menurut Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni pelaku ditangkap setelah aksinya viral di media sosial. Ia mengatakan, peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu (19/11) kemarin.
"Yang kami amankan ada enam pelaku, yang ada di dalam video ada lima yang mengambil gambar ada satu. Para pelaku ditangkap tadi malam," kata Imam, Minggu (20/11).
Imam menyebutkan para pelaku merupakan pelajar dari salah satu SMK yang berada di Tapanuli Selatan. Saat ini, para pelaku telah diamankan dan masih dalam pemeriksaan polisi.
"Semua masih berstatus pelajar yang bersekolah di SMK kabupaten Tapanuli Selatan dan usianya juga masih di bawah umur," sebutnya.
Lantaran para pelaku berstatus dibawa umur pihaknya berencana akan berkoordinasi dengan Bapas atau Balai Pemasyarakatan.
"Hari Selasa nanti kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menggali keterangan dari pelaku bersama Bapas," ujarnya.
Imam menambahkan petugas juga masih melengkapi berkas-berkas agar kasus tersebut bisa dilanjutkan ke pengadilan.
"Jadi rencananya kami akan menyerahkan dulu kepada orang tua, tokoh masyarakat, kepala sekolah mereka dan juga Dinas Pendidikan untuk melaksanakan pembinaan karakter selama kami melaksanakan proses pemberkasan perkara," bebernya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya juga masih mencari keberadaan keluarga dari korban, karena korban diduga mengalami Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Saat ini masih dalam lidik, kami tetap menggali dan memeriksa pelaku dan saksi. Siapa tau nanti kami temukan keluarga dari ibu tersebut. Sehingga semua berkas perkaranya lengkap," ucapnya.
"Nanti hasil lidiknya seperti apa, kita laksanakan gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut berikutnya," ungkapnya. (*/ok)

