MEDAN | buser-investigasi.com
Ully bersama anaknya yang masih balita diseret terluka setelah terseret mobil Toyota Kijang Inova yang dikendarai sekelompok pemuda diduga pelaku perampokan dengan modus ngaku anggota polisi Polda Sumatera Utara, Rabu (5/10) sekira jam 19.00 WIB kemarin di Kampung Lalang, Sunggal, persis di depan Toko Gading Mas.
Informasi dihimpun, kejadian tersebut bermula saat Uly bersama suaminya BS berencana ingin menjual sepeda motor miliknya di aplikasi market place. Saat itu Suami Ully dihubungi oleh seorang pria dan memang saat itu juga yang kebetulan melintas di daerah sunggal langsung bertemu di sebuah lokasi.
"Kami sepakat bertemu di depan toko Gading Mas di sekitar Kampung Lalang Sunggal, saat itu mereka turun dan langsung mengecek kondisi kereta kami, namun tiba-tiba dia mengaku bahwa mereka ada sekitar 5 orang mengaku dari Polda Sumut ingin menangkap kami, ada seorang pria yang mengatakan bahwa kereta kami ini bermasalah dan kami harus di bawa ke Polda Sumut tanpa ada menunjukan surat penangkapan ataupun surat surat lain nya," kata Ully.
"Saat itu suami saya langsung membantah tudingan mereka dan meminta kembali dokumen dan kunci yang mereka pegang, karena logat mereka juga mencurigakan dan saat itu saya juga ikut meminta kunci sepeda motor kami, pas saya meminta kunci dan dokumen sepeda motor kami, tiba-tiba supir mobil kijang inova BK 1165 OZ langsung tancap gas dan saya bersama anak balita saya pun terseret oleh mobil tersebut," sambungnya.
Akibat kejadian itu, Ully bersama anaknya yang masih balita terluka karena terseret di aspal jalan.
"Saya berharap Bapak Kapolri, Kabareskrim Polri, Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan dapat mengusut tuntas hal ini dimana kami hampir saja kehilangan nyawa kami karena ulah oleh oknum pria yang mengaku sebagai anggota Polri yang bertugas Polda Sumut dan jika memang benar nantinya mereka adalah seorang anggota Polri kami minta agar oknum tersebut semuanya di proses hukum, ditahan dan pecat (PTDH) agar tidak ada korban yang lain lagi," ujarnya
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa, SIK saat dikonfirmasi Rabu (6/10) malam mengaku akan segera menyelidiki kasus tersebut. (Ok)
