-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Waduh, SD di Deli Serdang Disegel Warga, Siswa Belajar di Teras

Jumat, 02 September 2022, 03:29 WIB Last Updated 2022-09-01T20:29:28Z
Kelas yang ada di Sekolah Dasar Islam Al Hidayah Deli Serdang disegel oleh tiga orang warga. Kendati disegel, namun proses belajar mengajar tetap berjalan, meskipun terpaksa belajar di teras sekolah dan duduk di lantai.

DELI SERDANG | MEDIA 24 JAM


Kelas yang ada di Sekolah Dasar Islam Al Hidayah Deli Serdang disegel oleh tiga orang warga. Kendati disegel, namun proses belajar mengajar tetap berjalan, meskipun terpaksa belajar di teras sekolah dan duduk di lantai.


Untuk diketahui, penyegelan kelas itu dilakukan sejak Rabu (31/8) kemarin.  Hal itu dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB saat para siswa telah menyelesaikan proses belajar. 


Penyegelan kelas ini dilakukan karena adanya polemik kepemilikan tanah. Murid di sekolah itu pun selama ini tidak dipungut biaya.


SD Islam Al Hidayah dihuni oleh 240 murid yang terbagi tujuh kelas. Meski belajar di teras kelas, siswa dan siswi di sekolah itu tetap antusias mengikuti pelajaran.


SD Islam Al Hidayah sudah berdiri sejak 2004 lalu. Konflik persoalan tanah di sekolah itu disebut sudah terjadi sejak 2012. 


"Ya terpaksa lah belajar di teras kelas," kata Kepala Sekolah SD Islam Al Hidayah, Ridwan Ahmadi, Kamis (1/9).


Dia menyebut, warga menyegel sekolah itu pada Rabu (31/8) kemarin. Tiga orang yang menyegel itu meminta agar sekolah ditutup karena dianggap ditolak oleh warga sekitar.


Aksi ketiga warga ini pun berujung pada penyegelan ruang kelas dengan cara digembok dan diberi balok penghalang di pintu-pintu kelas. Hal itu dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB saat para siswa telah menyelesaikan proses belajar.


"Di sini ada tujuh kelas. Totalnya muridnya ada 240 orang dan sekolah di sini biayanya gratis. Cuma tiga orang semalam datang menanggap masyarakat menolak keberadaan sekolah ini," katanya.


Dia menyebut, selama ini sekolah itu memang menggratiskan biaya sekolah. Status sekolah itu pun menjadi polemik karena beberapa warga di sana menganggap tanah tempat bangunan sekolah itu adalah tanah wakaf untuk membangun Masjid Al Hidayah.


"Tapi itu masih pro kontra, bahkan di pengurusan Masjid Al Hidayah," katanya seraya mengakui sekolahnya sudah beberapa kali di demo warga. Padahal sebelum seramai saat ini, dia menyebut tidak pernah ada gejolak. 


Terkait penyegelan yang dilakukan tiga warga, kasus ini pun dilaporkan oleh pihak sekolah ke polisi.


Ridwan Ahmadi menjelaskan kejadian penyegelan kelas terjadi pada Rabu (31/8) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah itu, sekitar pukul 19.08 WIB ia membuat laporan ke Polrestabes Medan.


"Ada tiga orang yang saya laporkan ke Polrestabes Medan terkait penyegelan itu. Tindakan penyegelan itu katanya karena masyarakat menolak keberadaan sekolah," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (1/9).


Terkait laporannya ditandai dengan nomor : STLLP/B/2749/VIII/2022/SPKT Restabes Medan/Polda Sumut. Terlapor inisial HI, SM, dan SU. Perkaranya secara bersama - sama melakukan pengerusakan.


PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan telah menerima laporan tersebut. Namun, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.


"Ini lagi kami cek. Pastinya kita selidiki terlebih dahulu ini perkaranya bagaimana," kata Fathir.(dc/can)

Komentar

Tampilkan

  • Waduh, SD di Deli Serdang Disegel Warga, Siswa Belajar di Teras
  • 0

Terkini

Topik Populer