![]() |
| Pelaku pembacokan Radja |
MEDAN | BUSER-INVESTIGASI.COM
Radja Jaya Wardhana dikeroyok sekelompok pria diduga genk motor di Jalan Pasar X Marelan, Kecamatan Medan Labuhan. Akibatnya, tangan pria yang disebut Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Maelan ini nyaris putus ditebas senjata tajam.
Setelah kasusnya bergulir, polisi menangkap sembilan orang pelaku pada Selasa (12/4) kemarin. Namun, dari kesembilan yang ditangkap, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan empat orang lainnya dikabarnya telah dibebaskan.
Terkait perkembangan kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Rudy Syahputra masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut atas kasus pembacokan itu.
"Belum rilis," kata Rudy singkat kepada wartawan, Senin (18/4).
Diketahui, Radja Jaya Wardhana dibacok dan diserang sejumlah orang di Jalan Pasar X, Marelan, Kecamatan Medan Labuhan, menjelang sahur, Selasa (5/4/2022) lalu.
Pergelangan tangan Radja nyaris putus lantaran ditebas senjata tajam.
Polisi mengungkap peristiwa pembacokan terjadi sekitar jam 04.00 WIB pagi, menjelang sahur.
Saat itu korban sedang membawa sepeda motor bersama teman-temannya bertemu komplotan geng motor yang sedang berkonvoi.
Mereka pun sempat melarikan diri, namun dikejar oleh komplotan geng motor. Saat kejar-kejaran korban rupanya tertinggal dari temannya dan terjatuh.
Di sini korban dihajar bertubi-tubi dan tangannya dibacok menggunakan senjata tajam hingga nyaris putus.
Setelah kejadian, polisi mengungkap bahwa kejadian itu diduga karena adanya perselisihan antar Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di kawasan Medan Labuhan.
Polisi juga sempat mengatakan bahwa, korban juga merupakan ketua ranting OKP Pemuda Pancasila (PP). (ok)
