![]() |
| Bupati Asahan Temui Massa GEMPPAR, Janji Copot Kadis PMD Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran Dana Desa untuk Bimtek |
Seperti terlihat dalam foto, Bupati yang mengenakan batik coklat menerima dan membaca langsung lembar pernyataan sikap yang diserahkan perwakilan mahasiswa, di hadapan aparat Satpol PP dan aparat kepolisian yang mengawal aksi.
Aksi yang dimulai pukul 11.10 WIB itu sempat memanas. Massa yang menuntut pencopotan Kepala Dinas PMD Darwin Lubis dan Kabid PMD sempat terlibat dorong-dorongan dengan Satpol PP saat mencoba masuk untuk menemui Bupati.
Ketua GEMPPAR, Raihan Panjaitan, dalam orasinya menduga Kadis dan Kabid PMD melakukan pengarahan kepada 177 Kepala Desa se-Kabupaten Asahan untuk mengikuti Bimtek TP PKK di Kota Medan dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD).
"Kami menduga ini korupsi dan kolusi berjamaah. Bimtek Pencegahan Narkotika dan Life Skill masak-memasak itu tidak urgen untuk desa. Itu tupoksi BNNK yang sudah punya dana hibah," tegas Raihan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Asahan menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya Bimtek tersebut, termasuk soal EO pelaksana dan dugaan keterlibatan Ketua TP PKK.
"Saya akan perintahkan Inspektorat untuk memeriksa Kadis dan Kabid PMD. Jika terbukti ada pelanggaran, akan saya copot sekarang juga. Kalian tunggu 7 hari kerja," tegas Bupati di hadapan massa, sambil memegang berkas tuntutan seperti dalam foto.
Setelah mendapat kepastian, massa membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksi ke Kantor Inspektorat Asahan untuk mengawal proses pemeriksaan.(Don)
