![]() |
| Curanmor Modus Kasus Lakalantas, Motor Korban Dibawa Kabur |
MEDAN, buser-investigasi.com
Polisi menangkap seorang pria dan wanita yang diduga merupakan komplotan penipuan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus kecelakaan. Korban ditipu dengan alasan diminta membantu mencari pelaku tabrak lari yang disebut menabrak ibu para pelaku.
Kedua tersangka berinisial R dan AR ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal di sebuah kamar kos di Jalan Abdul Kadir, Deli Serdang, 12 September 2026.
Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Wanter Simanungkalit, mengatakan, R dan AR diduga beraksi bersama dua rekannya yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Komplotan tersebut diduga telah melakukan aksi serupa sebanyak empat kali di wilayah hukum Polsek Medan Sunggal.
"Modusnya, pelaku meminjam sepeda motor korban dengan alasan ingin melihat mamaknya yang ditabrak. Sepeda motor korban kemudian dititipkan kepada pelaku," kata Wanter, Sabtu (19/9).
Salah satu aksi komplotan tersebut menimpa korban berinisial MA, seorang pelajar yang baru pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Korban kemudian dihentikan para pelaku di Jalan Tempua, Medan.
Para pelaku mengaku ibu mereka menjadi korban tabrak lari dan sedang dirawat di rumah sakit. Korban kemudian diminta ikut membantu mencari pelaku yang menabrak ibu mereka.
Korban selanjutnya dibawa bersama para pelaku. Di tengah perjalanan, korban diminta meninggalkan kereta nya. Pelaku kemudian menurunkan korban dengan alasan hendak menjemput orang tuanya yang disebut menjadi korban kecelakaan.
Korban kemudian menunggu cukup lama. Karena pelaku tak kunjung kembali, korban akhirnya kembali ke lokasi awal tempat sepeda motornya ditinggalkan.
Sesampai di lokasi, kereta korban sudah tidak ada. Korban menyadari dirinya telah ditipu dan kereta nya dibawa kabur.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap R serta AR. Keduanya selanjutnya dibawa ke Mapolsek Medan Sunggal untuk menjalani pemeriksaan.
Selain mencuri sepeda motor, komplotan tersebut diduga menggunakan hasil kejahatannya untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam dan membeli narkoba.(mbc)
