![]() |
| Penyerahan cinderamata berupa plakat Kabupaten Solok untuk Sekolah Literasi Indonesia di Zona Madina Dompet Dhuafa, 20 April 2026 lalu. |
KABUPATEN SOLOK | buser-investigasi.com
Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menyambut baik beberapa rancangan program yang diajukan oleh Penggiat Literasi Indonesia (Pelita) dari Taman Ilmu H Abdul Moeis dan Hj Syamsiar (TIAMS) Nagari Paninjawan, Kabupaten Solok. SLI menilai, beberapa rancangan program tersebut di antaranya memenuhi unsur-unsur literasi, pemberdayaan, dampak kebermanfaatan bagi lingkungan dan berkelanjutan.
"Dari pemaparan yang disampaikan tempo hari, kami menilai ada beberapa rancangan program yang sudah mencakup aspek literasi yang berdampak dan berkelanjutan di wilayahnya. Kami harap rancangan itu dapat dilaksanakan dengan baik," kata Ketua Sekolah Literasi Indonesia (SLI), Andi Ahmadi, melalui Koordinator Program Pelita SLI angkatan 6, Maya Safitri, Minggu (10/10/2026), sekira pukul 17.00 wib.
![]() |
| Rancangan Program Pemberdayaan Masyarakat Pelita TIAMS Disambut Baik SLI |
Dijelaskan Maya, SLI melalui program Pelita angkatan 6 di tahun 2026, ini mendampingi 5 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di 5 titik wilayah di Indonesia. TBM tersebut adalah TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis - Hj. Syamsiar Kabupaten Solok, RBAN Kabupaten Agam, BBC Kabupaten Bogor, SATU Kabupaten Bantul dan RKSN Kabupaten Ende. Para penggiat literasi di TBM diminta membuat rancangan program lalu dipresentasikan kepada SLI sebelum nantinya diimplementasikan di wilayah masing-masing.
"Tujuannya adalah agar rancangan tersebut selaras dengan semangat Pelita SLI yang menekankan pada poin pemberdayaan dan berangkat dari kebutuhan masyarakat. Teman-teman Pelita sudah dibekali cara menyusun dan melaksanakan program yang dampaknya bisa diukur," lanjut Maya.
Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Tim Pelita TIAMS, Esi Andriani Marthin mengatakan bahwa pihaknya mengajukan beberapa rancangan program yang berangkat dari persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat. Ada Nabasa atau Nagari Bebas Sampah yang merupakan program pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.
"Program ini menyasar keluarga dan masyarakat namun juga melibatkan murid-murid sekolah sebagai bagian dari pendukungnya. Jadi kita ini terjadi kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan," kata Esi didampingi Pelita TIAMS lainnya, Kiki Maria dan Zul Ihsan.
Esi menjelaskan juga, dari sampah organik akan menghasilkan kompos yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pertanian. Kemudian sampah anorganik untuk jangka panjang akan dimanfaatkan untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Kemudian ada program Gempita (Generasi Muda Paninjauan Tangguh), FLOC (Fun Learning Outing Class) dan Barita (Bahagia di Hari Tua).
![]() |
| Rancangan Program Pemberdayaan Masyarakat Pelita TIAMS Disambut Baik SLI |
Sedangkan Kiki Maria mengakui bahwa ada rancangan program yang harus diperbaiki agar memenuhi kaidah pemberdayaan dan keberlanjutan. Kiki yang juga Kepala Sekolah TK Pertiwi I Nagari Paninjawan ini mengatakan bahwa koreksi dari SLI sangat penting karena berhasil atau tidaknya suatu program bisa diukur dan diketahui dampaknya.
"Kami sekarang sedang melakukan perbaikan agar karena sebuah program dikatakan berhasil jika berdampak dan berkelanjutan. Selain itu, di SLI semua itu bisa diukur," ujarnya.
Rancangan program tersebut juga disambut baik oleh Hardi Kardanus selaku Wali Nagari Paninjawan. Menurutnya, memang selama ini keberadaan Taman Ilmu H Abdul Moeis dan Hj Syamsiar telah dirasakan oleh masyarakat nagari, terutama di bidang literasi dan pendidikan.
"Sebagai pribadi dan sebagai Wali Nagari Paninjawan, saya sangat berterimakasih atas kontribusi taman ilmu (TIAMS) bagi pembangunan SDM di kampung halaman. Kami sangat bersyukur atas pencapaian mereka di kancah literasi nasional," kata wali nagari yang akrab disapa Danus ini.
Sebagaimana diketahui, TIAMS terpilih secara nasional untuk mengikuti proses menjaringan berikutnya, menyisihkan beberapa TBM lainnya. Kemudian lolos lagi pada asesmen wilayah SLI pada 5 - 8 Maret 2026 lalu dikukuhkan bersama Pelita lainnya se-Indonesia secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminuddin Aziz, Ph.D dan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Dr. Ahmad Juwaini di aula lantai 4 Gedung Perpusnas RI, Jumat, (17/4/2026) lalu.
Setelah mengikuti kelas intensif luring dan pembekalan yang berpusat di Zona Madina Dompet Dhuafa, Jalan Raya Parung Kabupaten Bogor pada tanggal 16 - 20 April 2026 lalu, para Pelita SLI angkatan 6 diminta untuk menyusun rancangan program yang berdampak pada sekolah, keluarga dan masyarakat. Selain itu, program tersebut juga harus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat diukur.
Para pemateri kelas intensif tersebut merupakan profesional di bidangnya, seperti Haryo Majapahit, Kadiv. Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia; Muhammad Shirli Gumilang, Ka. Departemen Sekolah Guru dan Literasi GREAT Edunesia; Andi Ahmadi, Ketua Sekolah Literasi Indonesia dan Maya Safitri, Koordinator Program Pelita SLI. (*)


