![]() |
| Pihak Badan Metereologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, Selasa (25/10) terjadi gempa susulan di Kabupaten Tapanuli Utara jam 19.12 WIB |
TAPUT | buser-investigasi.com
Pihak Badan Metereologi Kilmatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, Selasa (25/10) terjadi gempa susulan di Kabupaten Tapanuli Utara jam 19.12 WIB. Dari data pihak BMKG, kekuatan gempa tersebut adalah 3,9 pada Skala Richter (SR) pada kedalaman 4 kilometer.
Lokasi kejadian berada pada 0 kilometer Barat Daya Tapanuli Utara. Padahal sebelumnya, Taput baru saja diguncang dengan kekuatan 2,5 pada SR.
"Daerahnya di Hutatoruan V, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara," ujar Nesia Sabrina Marbun on duty PGR I, Selasa (25/10).
Sebelumnya, Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho menjelaskan perihal guncangan yang terjadi pada Jumat (21/10) lalu.
"Hari Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 18:54:39 WIB, daerah Tarutung diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=2,5," ujar Kepala BBMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho.
Ia uraikan, episenter terletak pada koordinat 2.06 derajat Lintang Utara dan 98.96 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 kilometer Barat Laut Tapanuli Utara pada kedalaman 2 kilometer. Selanjutnya, ia sampaikan perihal jenis dan mekanisme gempabumi tersebut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi disebabkan oleh aktivitas sesar Sumatera pada segmen renun," terangnya.
Ia jelaskan, dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di Tarutung II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Gempa ini masih termasuk dalam rangkaian gempa susulan dari gempa utama Tapanuli Utara M 5,8 tanggal 1 Oktober 2022 pukul 02:28:41 WIB," sambungnya.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pungkasnya. (*/ok)
