![]() |
| BUS ALS BK 8621 DP mengangkut 23 orang penumpang terbalik dan terguling ke dalam jurang sedalam empat meter di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). |
SIPIROK | buser-investigasi.com
BUS ALS BK 8621 DP mengangkut 23 orang penumpang terbalik dan terguling ke dalam jurang sedalam empat meter di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Dari seluruh jumlah penumpang bus naas yang datang dari Medan itu dikabarkan kebanyakan para santri Pesantren Purba Baru di Mandailing Natal (Madina).
Sekitar 11 orang mengalami luka ringan, dan satu orang santri Purba Baru bernama Mustofa Bahri asal Langkat dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa kecelakaan yang terjadi, Jumat (28/10).
Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Sofyan H Nasution yang dihubungi Antara, Jumat (28/10) membenarkan peristiwa kecelakaan Bus ALS yang menelan korban jiwa manusia tersebut.
"Kita sedang melakukan olah TKP. Lokasi kejadian di Km 36-37 Desa Aek Badak Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara," katanya.
Informasi dihimpun peristiwa terjadinya kecelakaan itu sekira pukul 05.00 Wib atau menjelang subuh. Belum diketahui pasti sebab-sebab terjadinya kecelakaan Bus ALS tersebut.
Ternyata ini penyebab terbaliknya Bus Antar Lintas Sumatera (ALS). Bus terjun ke jurang sedalam lebih kurang 4 meter pada Jumat sekira jam 05.00 WIB di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Diduga menghindari pengendara sepeda motor, Bus ALS yang dikemudikan Saleh Batubara (50) banting stir ke kiri dan roda bus masuk beram jalan Lintas Sumatera, lalu terbalik dan masuk ke jurang.
Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Sofyan H Nasution yang dihubungi ANTARA, Jumat, mengatakan Bus ALS naas yang membawa 23 orang penumpang itu mengalami kecelakaan tunggal tepatnya di Km 37 - 38 Desa Aek Badak, Kecamatan Sayur Matinggi.
"Sewaktu Bus ALS berjalan dari arah Padang Sidempuan menuju arah Mandailing Natal atau tepatnya sekitar 10 meter sebelum TKP, bus menghindari sepeda motor yang berada di depan lalu terbalik dan terguling ke jurang," katanya.
Dari seluruh 23 orang penumpang, sebanyak 11 orang di antaranya mengalami luka, dan satu orang meninggal dunia.
Berikut nama-nama korban atas kecelakaan tunggal yang dialami Bus ALS dengan nomor polisi BK 8621 DP yang dikemudikan Saleh Batubara beralamat di Bandar Selamat Medan itu. Korban meninggal dunia bernama Mustofa Bahri, beralamat di Kabupaten Langkat.
Kemudian 11 korban mengalami luka ringan di antaranya Sorin Atia Hasibuan, Aluna Sakira, Rapi Damanik, Siti Sifa Khoirun Nisa Lubis, Najwa Naila, Nadin Dea, Ahmad Auli, Lailatul Aulia, Adinda Ayu Nirwana Sinuraya, Reza Varafja, dan Muhammad Ingotin Nasution.
"Satu korban yang meninggal dan 11 orang lain yang luka ini merupakan santri Mustofawiyah Purba Baru dan satu orang tua santri," kata Sofyan.
Pihak Polres Tapsel, kata dia, sudah melakukan olah TKP, lalu mengevakuasi para korban dan membawa ke puskesmas Sayur Matinggi untuk mendapatkan perawatan medis. Saksi-saksi juga sudah dicatat serta mengamankan barang bukti.
Hendak ke Masjid
Ternyata sebelum peristiwa naas itu terjadi, Bus ALS hendak berhenti menuju Masjid Jamiq Babul Hasanah Aek Badak Jae, Kecamatan Sayur Matinggi di kabupaten itu, sebelum perjalanan menuju Mandailing Natal.
"Itu kata seorang kondektur sesaat setelah kejadian sekira jam 05.00 WIB," ujar Kepala Desa Aek Badak Jae Ali Mardin Harahap menceritakan kepada Antara, Jumat (28/10).
Rencana berhenti di masjid di pinggir Jalinsum mengingat penumpang yang hendak melaksanakan shalat subuh. "Jarak masjid dari TKP cuma tinggal lebih kurang 200 meter lagi," jelasnya.
Kasat Lantas AKP Sofyan H Nasution setelah olah kejadian perkara mengatakan Bus ALS yang di kemudikan Saleh Batubara (50) itu kecelakaan tunggal setelah menghindari satu sepeda motor di depan. (*/ok)
