-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Miris! Gadis Belia 'Dijual' Dijadikan PSK Sampai Kena HIV

Sabtu, 17 September 2022, 04:32 WIB Last Updated 2022-09-16T21:32:10Z
gadis 12 tahun tertular penyakit HIV setelah dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK). Sebelum dijadikan PSK, ternyata bocah perempuan asal Kota Medan, Sumatera Utara itu juga pernah diperkosa oleh pacar ibunya. 

MEDAN | buser-investigasi.com


SEORANG gadis 12 tahun tertular penyakit HIV setelah dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK). Sebelum dijadikan PSK, ternyata bocah perempuan asal Kota Medan, Sumatera Utara itu juga pernah diperkosa oleh pacar ibunya. 


Tak hanya pacar ibunya, JA juga kerap disetubuhi oleh adik neneknya dan dijual oleh tantenya dari pihak ibu tirinya.


Sejak ayah dan ibunya bercerai, sang ibu membawa seorang pria ke rumah untuk hidup bersama tanpa ikatan nikah. Aksi bejat itu terjadi saat sang ibu harus bekerja malam hari.


Pada usia 7 tahun, ibu kandung JA pun meninggal dunia. Penderitaan JA pun semakin parah. JA akhirnya tinggal bersama ayahnya yang telah memiliki istri baru dan dua orang anak.


Di rumah itu, juga tinggal sang nenek berinisial KT dan adik neneknya, CA.


Dari pengakuan JA, CA juga pernah melakukan tindakan asusila kepadanya. Tak sampai di situ, karena sang ayah terlilit utang, JA pun harus tinggal berpindah-pindah. Sampai akhirnya ia tinggal dengan keponakan dari neneknya berinisial AL.


Namun, saat tinggal bersama AL, JA diduga menjadi korban perdagangan orang. JA sering dibawa ke salah satu tempat makan di Kota Medan. Di sana, JA dipertemukan dengan pria dewasa dan dibayar Rp 300 ribu. Bahkan, AL turut serta membawa anaknya saat menemui pria dewasa tersebut.


Setelah itu, JA sering sakit-sakitan, saat diperiksa terdeteksi HIV di tubuhnya.


Saat ini, JA menjalani perawatan intensif di rumah sakit di bawah pengawasan Perhimpunan Tionghoa Demokrat Indonesia (PERTIDI) dan Yayasan Peduli Anak Terdampak HIV. Demikian disampaikan Ketua Umum PERTIDI David Ang ke wartawan, Selasa (13/9) kemarin.


David Ang mengatakan, dalam penanganan JA, pihaknya akan fokus pada persoalan hukum dan kebijakan yang dialami JA, khususnya penanganan kesehatan serta gizi.


"Dalam penanganan ini, Yayasan Peduli Anak Terdampak HIV juga ikut bersama-sama agar JA dapat ditangani."


"Setelah JA pulang dan ditampung oleh Yayasan tersebut, kami akan memperjuangkan hak-hak hukum terhadap JA dan mengupayakan hadirnya rumah singgah," jelasnya.


Terkait dengan kejadian tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.


Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.


"Kami sedang melakukan pemeriksaan para saksi, kemudian kita juga mau memastikan langsung ke TKP," katanya ke wartawan, Kamis (15/9).


Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk bisa mendampingi korban.


Termasuk berkoordinasi dengan dokter yang memeriksa korban. "Kami juga akan koordinasi dengan instansi terkait untuk dapat pendamping korban," jelasnya.


Kondisi Terkini Korban


Menurut Tim Fortune Community, Sri Wati mengatakan bahwa pada Juli 2022 pihaknya baru mendapatkan informasi tentang kondisi korban.


"Saya ditelepon oleh salah satu kenalan JA, mengabari kalau JA itu kondisinya sakit butuh pertolongan," kata Sri saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Jumat (16/9).


Ia mengatakan, ketika bertemu dengan korban, kondisinya sudah sangat kurus dan mengalami sakit pada bagian perutnya.


"Pertama itu dilakukan tes BAB, kebetulan ada di dokter, kemudian hasil tes nya itu semuanya bagus. Jadi kita bingung kenapa JA ini sakit berkelanjutan tidak sembuh," sebutnya.


Sri menuturkan, selain mengalami sakit perut, korban juga mengalami batuk. Lalu, korban dibawa ke rumah Sakit Mitra Medika untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


"Sakit pada perutnya, terus dia takut makan, ada batuk sikit-sikit. Jadi kita pikir, dia itu kena bronkitis. Setelah itu dilakukan tes darah dan segala macam tes di dalam perut," ujarnya.


Dikatakan Sri, setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, ternyata terdapat banyak jamur yang tumbuh di bagian tenggorokan hingga ke lambungnya.


"Dari tenggorokan sampai ke lambungnya itu semua jamur. Jadi dilakukan lah cek lebih lanjut lagi, ternyata memang positif si JA ini mengidap penyakit yang itu (HIV)," bebernya.


Lebih lanjut, ia menuturkan, selama ini JA juga mengalami gizi buruk lantaran jika sesuai makan, korban mengalami kesakitan yang cukup hebat di bagian perutnya.


"Jadi ketika dia makan sakit, sakit perut yang amat sakit sampai bisa merintihnya seperti anak kecil sangking sakitnya," ungkapnya.


Waktu itu, Sri menyebutkan, melihat kondisi korban yang begitu memperihatinkan, JA pun dibawa dan dirawat di RSUP Adam Malik Medan.


Setelah beberapa waktu dirawat di sana, kondisi korban pun perlahan-lahan telah membaik.


"Jadi sekarang setelah kita lakukan pengobatan lanjut di rumah sakit Adam Malik, JA lebih baik lagi hari ini, jamurnya sudah berkurang dan sekarang dia sudah dapat obat anti virusnya," kata Sri.


Ia mengatakan, ke depannya dirinya bersama dengan rekan-rekan masih fokus mengatasi gizi buruk yang dialami oleh korban.


"Jadi berangsur-angsur semakin berkurang dan membaik, dan yang paling penting adalah JA ini kan kena gizi buruk yang sangat buruk, jadi secara berkala kita perbaiki dulu gizi buruknya, sekarang berat badannya sudah naik," ucapnya.


Dijelaskannya, saat ini kondisi korban sudah tidak lagi dirawat di rumah sakit Adam Malik lagi. Namun, ia tetap wajib melakukan konsultasi lanjutan agar kondisinya tetap membaik.


"JA sudah agak pulih, jadi kita kasih dia tempat di salah satu yayasan. Pengobatan tetap berlanjut, karena dia pulang tiga hari balik lagi. Konsultasi kelanjutannya," sebutnya.


Sri menambahkan, ke depannya Fortune Community masih berupaya mencari tempat yang bisa menampung JA dan korban HIV lainnya.


"Kita lagi usaha untuk penampung, anak seperti dia ini, karena disini belum ada penampungan khusus untuk anak ini. Kita sekarang berusaha, anak-anak yang seperti ini jangan takut untuk berobat, jangan takut untuk ngomong, jadi ada naungan khusus untuk mereka supaya jangan takut," pungkasnya.


Tiga Terduga Pelaku Dilaporkan


Tiga orang pelaku berinisial L, A, dan B, dilaporkan ke polisi setelah diduga melakukan rudapaksa terhadap JA (12) hingga terinfeksi HIV/AIDS.


Menurut informasi yang diperoleh, ketiga pelaku ini merupakan orang dekat korban. Bahkan, pelaku berinisial B merupakan kekasih ibu korban.


Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan kasus tersebut masih ditangani oleh petugas kepolisian. Saat ini, sejumlah saksi telah dilakukan pemeriksaan oleh polisi termasuk nenek korban.


"Para saksi sudah dilakukan pemeriksaan, kemudian visum juga sudah kita ambil," kata Fathir saat dikonfirmasi, Jumat (16/9).


Ia pun berjanji, akan segera menuntaskan kasus tersebut dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.


"Jadi situasi nya saat ini, kami masih mengumpulkan alat bukti terkait kejadian tersebut, secepatnya kami upayakan untuk menuntaskan masalah ini," sebutnya.


Fathir juga membeberkan kondisi korban saat ini telah berangsur-angsur membaik.


"Kondisi korban sudah membaik, walaupun keadaannya belum 100 persen stabil," ungkapnya.


Dikatakannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendampingan terhadap korban. (*/trc)


Komentar

Tampilkan

  • Miris! Gadis Belia 'Dijual' Dijadikan PSK Sampai Kena HIV
  • 0

Terkini

Topik Populer